Sukses

Bikin Heboh, Ada Makam Tiba-tiba Muncul di Pinggir Jalan Boyolali

Otosia.com Warga di Desa Pandean Kecamatan Ngemplak, kabupaten Boyolali mendadak gempar usai sebuah makam muncul tiba-tiba di pinggir jalan. Sebelumnya tempat itu merupakan lokasi pembuangan sampah sembarangan.

Gundukan tanah menyerupai makam tersebut tepatnya berada di pinggir Jalan Raya Pandean, sebelum tikungan sebelum menyeberangi fly over tol, dari arah Jalan Raya Embarkasi menuju arah Kantor Desa Pandean. Berada di bawah pohon akasia, gundukan tanah itu terlihat baru meski tanahnya sudah kering.

Batu bata dan batu-batu kecil menjadi pembatas gundukan. Di dua sisi makam tertancap nisan kayu. Salah satunya tertulis nama Kiai Pasekan, dan tanggal 17-10-2020. Juga tertancap sebuah payung bergagang kayu. Kemudian ada taburan bungan mawar yang masih terlihat segar.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Namun makam itu bukanlah makam sungguhan. Makam itu dibuat sebagai peringatan keras kepada pembuang sampah sembarangan. Ketua Ras Pecinta Alam (Raspala), Lingga Rolando, yang menjadi penggagas pembuatan makam itu mengatakan lokasi pembuatan makam sebelumnya menjadi lokasi yang digunakan orang tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah.

"Sebelumnya banyak sampah di pinggir jalan ini. Kebanyakan warga dari luar desa yang membuang sampah sembarangan. Kemudian kami bersihkan, dan kami bikin gundukan makam di sini," kata dia kepada wartawan di Pandean, Minggu (18/10/2020), dikutip Solopos.com.

Next

Ancaman Kesurupan

Keberadaan makam palsu itu diharapkan bisa mebuat efek takut para pembuang sampah sembarangan. Dengan begitu tidak ada lagi sampah menumpuk di pinggir jalan. Kerja bakti pembersihan sampah dan membuatan gundukan makam dilakukan pada Sabtu (18/10/2020).

Tak hanya itu saja, warga Pandean yang tergabung dalam Raspala turut memasang spanduk berisi larangan membuah sampah. Bahkan ancaman bagi pelanggar adalah kesurupan.

"Jangan buang sampah di sini...! Kemarin ada yang kesurupan," bunyi tulisan pada spanduk itu.

Next

Sementara itu Kepala Desa Pandean, Dwi Purboyono, mengatakan sebenarnya di lokasi tersebut sebelumnya sudah ada tulisan larangan membuang sampah sembarangan, namun tidak diindahkan.

"Masih banyak yang nekat membuang sampah di lokasi itu. Lalu kemarin ada inisiatif pemuda, tempat otu dibersihkan kemudian dibuat gunungan dan biberi payung serta kayu nisan," kata dia. Dia berharap dengan cara itu orang akan takut untuk membuang sampah di lokasi tersebut.

Penulis: Muhammad Ridlo

Sumber: Liputan6.com

Loading