Sukses

Tagih Komitmen, Produsen Otomotif Diminta Pasang Stiker Jenis BBM di Tangki Kendaraan

Otosia.com Upaya mendorong masyarakat agar memakai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan terus digalakkan. Tak hanya pemerintah, tapi produsen otomotif juga punya andil dalam hal ini.

Salah satu caranya dengan menempelkan stiker jenis BBM yang disarankan di dekat tangki kendaraan. Menutur Ahli Bahan Bakar dan Pembakaran KK-Konversi Energi Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan, cara ini dinilai sebagai bentuk pertanggungjawaban produsen terkait upaya menekan polusi udara yang dihasilkan oleh emisi gas buang kendaraan. Sehingga, produsen bisa terlibat aktif dalam upaya peningkatan konsumsi BBM ramah lingkungan untuk peningkatan kualitas udara yang lebih baik.

"Inis ekaligus juga menagih komitmen mereka (produsen, red), tentunya untuk masalah polusi udara," katanya dalam webinar bersama YLKI, Kamis (3/12/2020) dikutip dari Merdeka.com.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/tys)

Next

Selain itu keberadaan stiker tersebut juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas penggunaan BBM ramah lingkungan di Indonesia.

"AHM (PT Astra Honda Motor, red) dapat menempelkan stiker BBM yang disarankan dekat tangki pengisian. Agar masyarakat tahu jenis bensin ramah lingkungan apa yang sebaiknya digunakan," paparnya.

 

Next

Premium Seharusnya Dihapus Sejak 2005

Sebelumnya, dia menyebut bahwa BBM jenis Premium seharusnya sudah dihapus sejak 2005 lalu. Menyusul kesepakatan pemerintah untuk mengimplementasikan Euro 2 di tanah air.

"Rencana penghapusan Premium ini harus juga segera dilakukan pemerintah. Dan seharusnya sejak implementasi euro 2 di Indonesia pada 2005 tidak ada lagi kendaraan yang sesuai dengan BBM Premium RON 88," tuturnya.

Tri mengungkapkan, saat ini teknologi mesin pada seluruh kendaraan telah mengalami transformasi mengikuti regulasi atas emisi gas buang. Tujuannya agar emisi gas buang yang dihasilkan tidak melewati ambang batas (uji tipe) juga dalam rangka menekan polusi udara untuk kualitas kehidupan yang lebih baik.

"Karena jika tidak mengikuti anjuran pabrik untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan tertentu akan berdampak buruk pada mesin. Sehingga, tenaga yang dihasilkan oleh mesin juga dapat berkurang, karena terjadi penumpukan karbon di ruang bakar," terangnya.

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Loading