Sukses

Kronologi dan Penyebab Pengendara Mobil di Medan Dilabrak Relawan Pengawal Ambulans

Otosia.com Ketika ada ambulans melintas, setiap pengguna jalan wajib untuk menepi dan memberikan jalan, apalagi jika arus lalu lintas sedang padat. Meski begitu tak sedikit pengendara yang malah tak mau memberi jalan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, sebuah video beredar luas di media sosial, memperlihatkan seorang pengendara mobil dilabrak oleh sejumlah orang yang merupakan relawan pengawal ambulans. Video ini diunggah oleh akun Instagram @medantau.id pada Rabu (16/12) dan diketahui terjadi di Medan, Sumatra Utara (Sumut).

Penasaran penyebab peristiwa ini dan bagaimana kronologinya? Berikut informasi selengkapnya.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Pengendara Mobil Diduga Tabrak Relawan

Instagram/@medantau.id ©2020 Merdeka.com

Menurut informasi di unggahan itu, pengendara mobil ini dipaksa berhenti oleh para relawan pengawal ambulans yang tengah melintas lantaran diduga berusaha menabrak salah satu rekan mereka.

Diketahui, ambulans yang mereka kawal saat itu tengah membawa seorang pasien dari Rumah Sakit Kisaran menuju Rumah Sakit H Adam Malik, Medan.

Next

Kronologi Kejadian

Instagram/@medantau.id ©2020 Merdeka.com

Kronologinya saat itu jalanan sedang padat. Ambulans ini tengah melintas dengan dikawal beberapa orang. Namun, pengendara mobil ini diduga tak terima saat diminta memperlambat laju mobilnya oleh para relawan dan memberikan jalan agar ambulans yang ada di belakangnya bisa melintas.

Next

Relawan Labrak dan Marah-Marah

Instagram/@medantau.id ©2020 Merdeka.com

Di video itu, beberapa relawan tampak sangat emosi saat memberhentikan pengendara mobil ini. Bahkan, seorang relawan berteriak dan memaki-maki pengendara mobil ini.

"Keluar! Kami bukan mau duit. Abang turun kita selesaikan. Abang turun minta maaf. Jangan ketawa," teriak salah satu relawan di video itu.

Para relawan terus meminta pengendara mobil untuk keluar, namun permintaan itu tak dihiraukan. Bahkan ia sama sekali tak keluar dari mobil yang ditungganginya.

Penulis: Fatimah Rahmawati

Sumber: Merdeka.com

Loading