Sukses

Viral Video Mobil Pengangkut Logistik Korban Gempa Mamuju Dijarah

Otosia.com Gempa bumi bermagnitudo 6,2 SR mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari. Hingga Sabtu (16/1/2021) tercatat 45 orang meninggal dunia.

Kepala Basarnas Mamuju, Saidar Rahmanjaya menjelaskan, dari 45 korban jiwa, 36 di Mamuju dan 9 orang di Majene. Pihaknya masih terus mengevakuasi sejumlah korban gempa.

"Selain korban jiwa, ada juga 68 korban selamat yang mereka evakuasi dari reruntuhan gedung," kata Haidar kepada Liputan6.com, Sabtu (16/1/2021).

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

Bantuan logistik pun segera didistribusikan kepada korban gempa Mamuju dan Majene. Tapi baru-baru ini beredar video yang menunjukkan penjarahan logistik di perjalanan menuju Mamuju.

Salah satu video penjarahan logistik tersebut dibagikan ole akun Instagram @infokomando, Sabtu (16/1/2021). Dalam video tersebut terlihat cukup banyak orang yang mengerubungi mobil pengangkut logistik bantuan korban gempa.

Orang-orang itu mengambil barang-barang yang ada pada mobil tersebut. Orang-orang itu bahkan membuat jalan tersendat.

"Penjarahan terjadi dibeberapa jalan yang menuju ke Mamuju.

Baiknya ada pengawalan saat menuju lokasi terutama para relawan ayng mengantar logistik untuk para korban bencana alam," tulis akun tersebut.

Next

Next

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulbar, AkBP Syamsu Ridwan mengatakan kepolisian akan menyelidiki lokasi dan kebenaran video penjarahan logistik korban gempa  yang beredar di media sosial.

"Perlu penyelidikan dulu terkait kejadian tersebut kapan dan di mana terjadi. Kami belum bisa memastikan," kata Syamsu saat dikonfirmasi Liputan6.com, Sabtu (16/1/2021).

Syamsu mengimbau agar setiap kendaraan ayng membawa sembako melalui jalur darat agar melapor ke Polsek setempat untuk mendapat pengawalan khusus.

"Disatankan agar setiap mobil yang akan membawa bantuan ke Mamuju agar lapor ke polres atau polsek setempat utuk mendapatkan pengawalan dan bantuan bisa disalurkan secara terpusat di posko yang ada di belakang kantor Gubernur Sulbar," jelasnya.

Loading