Sukses

Viral Polisi Ditabrak Angkutan Umum saat Pengejaran, Sopir Berhasil Ditangkap

Otosia.com Media sosial dihebohkan oleh video yang memerlihatkan aksi sopir angkutan umum yang nekat menabrak anggota polisi. Usai menabrak, pelaku langsung melarikan diri.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @polresprobolinggokota pada Rabu (3/2), diketahui bahwa polisi yang ditabrak merupakan anggota dari Sat Lantas Polres Probolinggo, yaitu Aipda Ivan Setiarso. Insiden tersebut terjadi di sepanjang Jalan KH Hasan, Kel Sukoharjo, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo.

Untungnya dalam hitungan jam, petugas Kepolisian berhasil mengamankan pelaku beserta mikrobus angkutan umum dengan nomor polisi N 7663 UR. Pelaku sendiri merupakan warga Desa Sumberpoh, Maron, Kabupaten Probolinggo berinisial AA. Parahnya saat kejadian, pelaku sedang membawa 6 penumpang.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP R.M. Jauhari yang memimpin konferensi pers pada Rabu (3/2), menjelaskan kronologi kejadian. Disebutkan, awalnya petugas gabungan Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo sedang menggelar Operasi Yustisi di Batas Kota Probolinggo bagian timur (Kec. Dringu). Namun sopir angkutan umum tadi tidak mau dihentikan, padahal AA sedang tak memakai masker.

"Melihat hal itu, Aipda Ivan Setiarso segera mengejar sampai di Jalan Lumajang dan sejajar dengan kendaraan tersebut lalu memberikan kode untuk berhenti. Namun pelaku justru menabrak petugas dengan badan mobil sebelah kanan sampai petugas terjatuh dari motornya dan mengalami luka-luka. Usai menabrak petugas, pelaku melarikan diri ke arah selatan, sedangkan petugas yang menjadi korban segera dievakuasi ke RS Wonolangan untuk segera mendapatkan pertolongan medis", jelasnya.

Next

Atas tindakan kriminalitas itu, AA akan dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 53 KUHP atau Pasal 213 KUHP atau Pasal 351 KUHPidana. Ancaman hukumannya sendiri maksimal 15 tahun penjara.

“Berkat kesigapan dari petugas gabungan Polres Probolinggo Kota dan Polres Probolinggo, dalam hitungan 5 (lima) jam pelaku dapat kami amankan dan selanjutnya akan dilakukan penyidikan lebih lanjut. Untuk pelaku kami jerat dengan Pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 53 KUHP atau Pasal 213 KUHP atau Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara”, tambah Jauhari.

Loading