Sukses

Kemenkes Bilang Rapid Test Antigen Jangan Dijadikan Syarat Perjalanan

Otosia.com Melakukan perjalanan di tengah pandemi COVID-19 sebenarnya tidak disarankan. Masyarakat diminta untuk di rumah saja jika tidak memilki kebutuhan yang mendesak agar tidak menambah risiko penularan COVID-19.

Jika terpaksa melakukan perjalanan, masyarakat diminta untuk melakukan tes terlebih dahulu menggunakan rapid test antigen. Juru bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi baru-baru ini menegaskan bahwa rapid test antigen bukan merupakan alat untuk screening COVID-19.

Siti Nadia menyebut bahwa rapid test antigen merupakan alat untuk mendiagnosis seseorang apakah terpapar COVID-19 atau sebaliknya.

"Jadi untuk mendiagnosis, jangan sampai antigen ini digunakan untuk men-screening atau pun untuk seseorang melakukan perjalanan," katanya dalam konferensi pers melalui YouTube Kemenkes RI, Rabu (10/3/2021) disitat dari Merdeka.com.

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/tys)

Next

Nadia mengatakan rapid test antigen akan disediakan di puskesmas. Hasil pemeriksaan rapid test antigen akan sama dengan pemeriksaan menggunakan RT-PCR.

Hanya saja, seseorang yang dinyatakan negatif COVID-19 melalui rapid test antigen akan menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali. Sementara menggunakan RT-PCR cukup melakukan satu kali pemeriksaan.

"Ada sedikit perbedaan, kalau kasus ini kemudian kita nyatakan atau dalam pemeriksaan rapid antigen negatif maka harus dilakukan pengulangan. Pengulangan pemeriksaan antigennya dalam kurun waktu kurang dari 48 jam," ujarnya.

Next

Nadia menyebut, rapid test antigen akan digunakan di daerah yang sulit mendapatkan akses pemeriksaan RT PCR. Rapid test antigen juga akan digunakan di 98 kabupaten kota berstatus zona merah.

"Untuk daerah-daerah yang memiiki akses terhadap pemeriksaan RT PCR maka dilakukan pengambilan spesimen kemudian diperiksa dengan pemeriksaan PCR," tandasnya.

Penulis: Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Loading