Sukses

Pajak 0 Persen Disetujui Pemerintah, Mitsubishi Masih Timbang-timbang Harga Xpander

Otosia.com Usulan Kementerian Perindustrian untuk memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) telah disetujui oleh pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp 1,62 triliun.

Relaksasi PPnBM secara bertahap diharapkan dapat memicu peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit. Diperkirakan, dengan relaksasi ini, penambahan output industri otomotif akan menyumbang pemasukan negara sebesar Rp 1,4 triliun.

Namun penurunan pajak yang disetujui tersebut mensyaratkan kendaraan Completely Knock Down (CKD) dengan kandungan lokal lebih dari 70 persen, serta berkapasitas kurang dari 1.500cc.

 (kpl/nzr)

Next

Ada tiga skenario, PPnBM 0 persen diberikan bulan Maret - Mei, lalu PPnBM 50 persen di bulan Juni - Agustus, serta 25 persen pada September - November.

Kebijakan tersebut nantinya akan memberikan koreksi harga terhadap segmen paling gemuk di Indonesia, Multi Purpose Vehicle (MPV). Saat ini MPV diisi Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, dan Nissan Livina.

Artinya mulai Maret depan, harga unit baru MPV tersebut akan dikurangi besaran tarif PPnBM masing-masing.

Next

Sekadar contoh, Mitsubishi Xpander tipe terendah GLX M/T dengan harga Rp 221.400.000 memiliki PPnBM sebesar Rp 22.140.000. Jika pajak 0 persen diterapkan, maka harga baru tersebut tinggal dikurangi dengan PPnBM saja yang membuat harga barunya tinggal Rp 199.260.000.

Hal tersebut sekadar estimasi hitung-hitungan harga jualnya nanti. PPnBM sendiri dikenakan untuk mobil dengan status off-the-road dan ketika ditawarkan ke konsumen, terdapat beban lainnya seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pemberian pajak tersebut berbeda-beda untuk masing-masing daerah di Indonesia.

Next

Menyikapi penurunan harga Xpander pada bulan Maret mengikuti insentif PPnBM, pihak Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan akan mengikuti peraturan soal pajak baru yang diterapkan pemerintah.

"Kami mendukung inisiatif dan kebijakan yang baik dari Pemerintah Indonesia melalui pemberian insentif PPnBM untuk kembali menggairahkan penjualan mobil di Indonesia," kata Naoya Nakamura, Presiden Direktur MMKSI.

Next

Namun Mitsubishi masih melakukan hitung-hitungan harga dan mempelajari lebih lanjut tentang aturan pajak baru tersebut, sehingga belum memutuskan harga jual Xpander terbaru bulan depan.

"Kami akan mempelajari lebih lanjut terkait detail syarat dan ketentuan peraturan dan menerapkannya dengan tepat," jelasnya.

Loading