Sukses

Bikin Merinding, Pengemudi Toyota Avanza Tersesat Masuk Hutan Tempat Istirahat Pasukan Belanda

Otosia.com Tujuh orang yang menumpangi Toyota Avanza berwarna silver terjebak di dalam hutan. Mereka tersesat di area hutan Gunung Putri, Desa Maniis, Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Dilansir dari Merdeka.com, mobil itu diketahui tersesat sekitar 5 kilometer dari jalan raya. Petugas kepolisian mengevakuasi mobil tersebut dengan bantuan warga setempat. Kabar baiknya, ketujuh orang itu  selamat.

"Kejadian di jalan menuju hutan Gunung Putri Blok Maniis Tonggoh pada malam Sabtu. Kami saat itu fokus mengevakuasi orang yang ada di dalam mobil," kata Kapolsek Cingambul, AKP Udin Saepudin, Minggu (14/2/2021) dikutip dari Liputan6.com.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

Peristiwa itu diketahui bermula saat pengemudi Toyota Avanza bernomor polisi Z 1167 LD tak hafal dengan jalan yang dilaluinya. Warga yang mengetahui hal tersebut melaporkan ke polisi.

"Hujan deras kabut tebal kemudian pengemudi belum mengenal jalan," tambah Udin menjelaskan kondisi saat tujuh orang tersebut tersesat.

Larangan Lewat Dua Kali

Kepala Dusun I Desa Maniis, Kabupaten Majalengka Asep Saepulrohman mengatakan ada larangan bagi pengendara yang melintasi jalan dari Tasikmalaya menuju Cirebon. Dia menuturkan pengendara dilarang melintasi jalan itu lagi saat hendak menuju Tasikmalaya.

"Jadi kalau yang sudah lewat sini sekali, pulangnya jangan lewat sini lagi mending cari jalan lain. Mitosnya begitu memang di jalan ini," ujar Asep.

Next

Tempat Istirahat Kolonial Belanda

(c) ist

Asep menambahkan, Desa Maniis berasal dari kata niis yang memiliki arti istirahat. Dia menambahkan jalan dari Maniis menuju Panjalu dulu adalah tempat istirahat pasukan Kolonial Belanda kala menempuh perjalanan. 

Untuk itu, dia selalu berpesan kepada yang melintasi jalan itu agar berhati-hati. Dia juga menyarankan kepada pengendara untuk selalu memanjatkan doa. Mengingat juga kondisi jalan yang curam memungkinkan hal-hal tak diinginkan terjadi. Seperti misalnya kecelakaan yang memang rawan terjadi.

"Kalau yang melintas di jalan ini intinya harus berdoa dan hati-hati," tutup Asep.

Penulis: Tantiya Nimas Nuraini

Sumber: Merdeka.com

Loading