Sukses

Dikabarkan Gagal, Proses Negosiasi Indonesia dengan Tesla Disebut Masih Berjalan

Otosia.com Tesla dikabarkan lebih memilih India ketimbang Indonesia untuk berinvestasi pembangnan pabrik baterai kendaraan listrik. Tapi rupanya kabar itu belum tentu kebenarannya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan belum ada keputusan mengenai batalnya investasi Tesla di Indonesia. Proses negosiasi masih berjalan.

"Kalau Tesla itu masih dalam negosiasi, gagal itu kalau sudah ada keputusan. Ini kan masih negosiasi," kata Bahlil dalam webinar PT Krakatau Bandar Samudera pada Rabu (24/2/2021).

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

Bahlil menekankan bahwa peluang untuk bekerja sama harus selalu terbuka. "Pengusaha itu kalau tidak ada peluang harus menciptakan peluang. Tidak boleh pesimis, selalu harus terbuka," ungkapnya.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah fokus merealisasikan rencana menjadikan Indonesia sebagai pasar besar untuk baterai kendaraan listrik, dan Tesla disebut sebagai salah satu perusahaan yang tertarik berinvestasi.

 

Next

Bahlil mengatakan, di masa depan adopsi mobil listrik berbasis baterai akan semakin besar. Pada 2028 - 2030, 60 hingga 70 persen mobil di Eropa sudah harus bergeser ke mobil listrik.

"80 persen dari total bahan baku baterai mobil itu ada di Indonesia. Dengan kata lain, Indonesia ke depan akan menjadi negara penghasil baterai terbesar," tuturnya.

Sumber: Merdeka.com

Loading