Sukses

Jual Knalpot Racing, Yamaha Tegaskan Konsumen Harus Sadar Risiko

Otosia.com Belakangan ini pihak kepolisian tengah getol dalam menertibkan motor yang menggunakan knalpot racing. Berbagai video mengenai penindakan dan aksi penggunanya pun sempat viral di media sosial.

Menariknya, tak hanya toko komponen aftermarket yang menjual knalpot racing, tapi juga sejumlah jaringan dealer Yamaha di Indonesia. Nyaris seluruh line-up sport pabrikan berlogo garpu tala itu salah satu aksesorinya ialah knalpot racing.

 (kpl/crn)

Next

Terkait hal tersebut, Antonius Widiantoro, Public Relation Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menegaskan bahwa seharusnya konsumen sudah memahami risiko dari penggunaan knalpot racing.

"Yang harus menjadi acuan adalah motor yang keluar dari pabrik sudah sesuai dengan regulasi dan spesifikasi yang didaftarkan ke pemerintah. Misalkan ada konsumen yang melakukan penggantian, tentunya mereka sudah mengetahui risikonya," terang Anton saat berbincang dengan redaksi Otosia Rabu kemarin (17/3).

Next

"Yamaha juga memasarkan aksesori knalpot racing. Tapi itu sudah mengikuti dan punya standar kebisingan yang ditetapkan. Contohnya di Yamaha WR155R itu ada DB killer, secara tampilan bisa sporty, tapi kebisingan tetap sesuai aturan," tambahnya.

Anton pun menyebut bahwa Yamaha sebagai penjual tetap melakukan imbauan agar mengikuti buku pedoman kepemilikan sepeda motor dan aturan yang berlaku. Tapi, ia menegaskan bahwa kendaraan yang sudah dibeli menjadi 100 persen milik konsumen.

Next

"Intinya unit itu kembali lagi kepada konsumen. Selain knalpot, mengubah warna motor saja ada aturannya. Jadi, dealer kami yang menyediakan jasa pengecatan harus mengimbau masyarakat agar mengikuti aturan yang ada," jelas Anton.

"Tapi kalau konsumen tetap ingin mengubah warna, berarti kami sarankan supaya dia update warna di STNK. Itu bisa kok. Itu konsumen bisa mengajukan ke kepolisian dan diproses, " pungkasnya.

Loading