Sukses

KNKT Ungkap Salah Satu Biang Kerok Kecelakaan Bus, Sopir Tak Pernah Libur Hingga 5 Tahun

Otosia.com Bus yang melaju ugal-ugalan sering dijumpai di jalanan Indonesia. Hal itu terkadang disebabkan oleh target jarak tempuh yang sudah ditetapkan. Sehingga memaksa para sopir truk untuk melaju dengan cara yang cukup membahayakan.

Hal itu tentu berpotensi mencelakakan para penumpang bahkan pengendara lainnya. Tapi rupanya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga menyebutkan biang kerok kecelakaan bus lainnya.

KNKT meminta Perusahaan Otobus (PO) agar memberikan kualitas istirahat yang cukup bagi para pengemudi. Hal itu penting, lantaran sebagian besar kecelakaan transportasi bus terjadi akibat sopir kurang istirahat.

 

 

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/tys)

Next

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, kadang-kadang pengemudi diberikan jatah istirahat atau libur jika mereka mengalami sakit atau ada orang tuanya yang meninggal. Bahkan, dia menyebut sampai ada pengemudi yang selama lima tahun tidak pernah mendapat libur.

"Para manajemen di PO memikirkan istirahat itu penting, banyak orang istirahat bagus tapi karena tidak pernah libur otaknya tidak memproses," kata dia dalam diskusi Keselamatan Kelistrikan Mobil Bus, secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Dia mengatakan, masalah jam istirahat pada transportasi darat yang tidak pernah disinggung menjadi perhatian khusus. Hal ini berbeda jika dibandingkan transportasi udara dan kereta yang selalu memikirkan waktu libur dan istirahat yang cukup untuk pilot dan masinis.

Next

"Sekarang kereta api sudah membaik dan kami merekomendasaikan istirahat. Mes masinis sudah seperti hotel bintang satu minimum," jelasnya.

Atas dasar itu, dirinya meminta agar para PO bus bisa bekerjasama dengan beberapa hotel yang ada di Tanah Air. Tujuannya agar mereka para pengemudi bisa istirahat yang cukup.

"Kalau bisa hotel bisa dikerjasamakan untuk istirahat pengemudi, bagaimana Borobudur, Perambanan atau di Jogja itu menyiapkan tempat istirahat untuk pengemudi agar kualitas istirahatnya baik," jelas dia.

Next

Rata-Rata Tiga Orang Tewas Setiap Jam Akibat Kecelakaan

Bus ngeblong (ist)

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto mengatakan, data Kepolisian menunjukkan rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan. Data itu juga menyatakan bahwa besarnya jumlah kecelakaan disebabkan karena tiga hal.

Hal pertama, dikatakan Pudji, (61 persen karena) manusianya sendiri, yakni terkait dengan kemampuan dan karakter pengemudinya. Kedua, (9 persen) faktor kendaraan, dan ketiga (30 persen) faktor prasarana dan lingkungan.

"Data tersebut janganlah hanya sebagai angka statistik dan dianggap tidak mungkin terjadi pada diri kita." kata Pudji.

Next

Karenanya, (masih) dalam rangka peringatan kemerdekaan ke-72 RI, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan kembali menggelar Acara Kampanye Keselamatan Transportasi Darat pada Minggu (20/8) nanti.

Kegiatan itu mengangkat tema "Dalam Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 Kita Tingkatkan Keselamatan Jalan Untuk Kemanusiaan: Sayangi Nyawa, Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan."

"Kegiatan ini didedikasikan sebagai bentuk kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik tentang permasalahan keselamatan lalu-lintas jalan," ujar Pudji.

Ia berharap, semua pihak pemangku kepentingan untuk lebih peduli terhadap keselamatan jalan.

"Saya berkeyakinan bahwa dengan campur tangan dari para pemangku kepentingan, diharapkan dapat menekan jumlah korban kecelakaan di jalan," ucap Pudji.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Loading