Sukses

Menolak Lupa, Larangan Mudik Lebaran Buat Warga Nyamar Jadi Krupuk Hingga Nanas demi Pulang Kampung

Otosia.com Pemerintah masih melarang mudik Lebaran 2021. Kebijakan ini juga diterapkan pada musim mudik Lebaran 2020. Kebijakan ini diterapkan untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Terlebih saat ini pemerintah sedang menjalankan program vaksinasi COVID-19. Belum semua warga mendapatkan dosis vaksin. Sehingga pelarangan mudik ini dibuat juga untuk memaksimalkan hasil dari upaya vaksinasi.

Meski begitu, tak bisa dipungkiri adanya warga yang nekat mudik. Kemungkinan ini tak bisa dihindari, oleh sebab itu Pemerintah diharapkan membuat aturan yang lebih tegas dari tahun lalu.

Survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan mendapati 89 persen masyarakat tidak akan mudik jika ada aturan dilarang mudik. Sedangkan 11 persen lainnya memilih tetap akan melakukan mudik atau liburan.

Maka, potensi jumlah pemudik saat mudik Lebaran 2021 dilarang diprediksi sebesar 27,6 juta orang. Tujuan mudik terbanyak yakni Jawa Tengah (37 persen), Jawa Barat (23 persen), dan Jawa Timur (14 persen).

 

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

Sembunyi di Tumpukan Krupuk

(c) Instagram/tommysetiotomo

Jika Otolovers masih ingat, pada musim mudik Lebaran 2020, petugas memutar balik ribuan kendaraan yang mencoba peruntungannya bisa mudik. Sesampainya mereka di pos-pos penyekatan, mereka terpaksa harus kembali ke tempat perantauan mereka.

Sementara itu, kasus penyelundupan pemudik pun banyak terjadi. Banyak sopir travel gelap yang diamankan dan didenda polisi. Banyak pula pemudik yang rela berpura-pura menjadi barang logistik saat berusaha pulang kampung.

Seperti insiden pemudik yang nekat menaiki mobil pick up pengangkut krupuk. Ada dua orang yang ditempatkan di bak belakang dengan tumpukan krupuk dan ditutup menggunaka terpal.

Diketahui, mboil pick up itu akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak, Banten. Mudik colongan yang terekam kamera dan viral di media sosial itu terjadi pada 29 April 2020 lalu.

"Kendaraan truk mengangkut penumpang di bak belakang mencoba mengelabui petugas penjagaan arus #mudik untuk dapat menyeberang via Pelabuhan Merak. Modusnya, penumpang sembunyi di bawah tumpukan krupuk yang ditutup terpal warna biru. Untuk diketahui, saat ini Pelabuhan Merak sudah ditutup untuk angkutan penumpang. Namun kapal penyeberangan masih beroperasi untuk mengangkut kendaraan bermuatan "logistik." tulis akun yang membagikan video @tommysetiotomo.

Next

Next

Rela Bayar Mahal ke Travel Gelap

Selain itu, pemudik juga tak sedikit yang rela membayar mahal ke travel gelap demi bisa pulang kampung. Padahal, di tengah perjalanan mereka juga digagalkan oleh polisi.

Seperti yag terjadi di beberapa titik penyekatan waktu itu. Ada rombongan tukang cukur yang diputar balik meskipun sudah melewati jalur alternatif. Ada juga yang diputar balik saat sudah mengelabuhi petugas dengan keluar masuk jalan tol.

pada 30 April 2020 lalu, sopir travel yang mengantar pemudik ke Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat dari Jakarta pun diamankan. Empat orang pemudik pun turut diamankan.

Saat itu, travel gelap ini ditangkap di Pos Check Point Batu Nungku. "Dengan ongkos Rp 400 ribu sampai tujuan rumah pemudik," kata Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Benyamin, Kamis (30/4/2020).

Ada juga yang mematok tarif lebih dari itu. Pada operasi khusus yang dilakukan tanggal 8 Mei 2020 hingga 10 Mei 2020, polisi mengamankan 202 travel gelap.

Dari penangkapan itu, diketahui tarif travel gelap naik menjadi 3 hingga 4 kali lipat. Contohnya, tarif tujuan Brebes yang biasa dipatok Rp 150 ribu, menjadi Rp 500 ribu saat ada larangan mudik Lebaran.

"Contohnya, salah satu yang kita tangkap itu. Ada juga yang ke Cirebon biasanya ahrga tiket hanya Rp 100 ribu, tapi dia mau mengangkut asal penumpang membayar Rp 750 ribu," terang Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat Konferensi Pers di Poda Metro Jaya, 11 Mei 2020 lalu.

 

Next

Sembunyi di Toilet Bus

Polisi menemukan pemduik yang menggunakan bus dengna cara bersembunyi di toilet bus, pada 29 April 2020 lalu. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya menemukan bus pengangkut pemudik ini di Pos PAM Kedung Waringin sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, ketika dilakkan pemeriksaan kendaraan didapati enam orang penumpang yang sedang bersembunyi dengan cara meluruskan kursi penumpang dan mematikan lampu kabin bus. Ada pula yang bersembunyi di dalam toilet bus.

"Ditemukan ada lima orang merebahkan tempat duduk dan lampu dimatikan. Ditemukan juga satu orang did alam toilet bus," jelasnya.

Tak hanya menemukan enam orang pemudik saja, polisi juga menemukan sejumlah barang bawaan para pemudik seperti tas dan koper yang berada di dalam bagasi bus tersebut.

"Iya kita temukan barang-barang pemudik di bagasi bus," ucapnya.

Dengan cara seperti itu, mereka berharap dapat lolos dari pemeriksaan polisi dan dapat pulang kekampung halamannya masing-masing. Untuk bus Syifa Putra dengan nomor polisi H 7018 OE yang berasal dari Jakarta itu bertujuan ke Semarang, Jawa Tengah.

"Itu bus dari Jakarta mau ke Jawa Tengah," ujarnya.

Dengan begitu, bus tersebut langsung diminta untuk putar arah kembali ke Jakarta oleh para petugas. "Sanskinya kita putar balikan arah kemabali ke Jakarta," tutupnya.

Next

Pakai Truk Towing

(c) Instagram/agoez_bandz4

Akal-akalan para pemudik tak berhenti hanya dengan bersembunyi. Ada juga pemudik yang melakukan dengan cara ekstrem.

Seperti pada video yang sempat viral dan salah satunya diunggah oleh akun Instagram @agoes_bandz4 pada 2 Mei 2020 lalu. Pemudik menumpangi mobil yang diangkut menggunakan truk towing.

Sekalipun begitu, polisi tetap tegas dan memutar balik truk towing tersebut.

 

Next

Nyaru jadi Nanas

Pemudik pura-pura jadi nanas (merdeka.com)

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan Dinas Perhubungan Kota Cilegon menemukan truk yang mengangkut mobil penumpang.Modus Suyono, warga Lampung Timur ini terbongkar saat melintas di pos checkpoint Gerem, Kota Cilegon, Minggu (3/5/2020).

Awalnya, sopir mengaku bahwa dia membawa nanas untuk dikirim ke Lampung. Tapi saat dibuka justru ada mobil APB B 1886 TRH, dengan seorang sopir dan seorang penumpang di dalamnya.

"Kami yang tengah melakukan penyekatan curiga dengan muatan truk. Kata sopir bawa nanas, pas dibuka sebuah kendaraan jenis APV," jelas Kanit 3 Reskrim Polres Cilegon, Iptu Choirul Anam.

Dia menjelaskan, sopir APV yang akan menuju Lampung Timur dari Jakarta, mengaku membayar Rp 2 juta kepada sopir truk agar bisa mengangkut kendaraannya dan menyeberang melalui pelabuhan Merak. Kini empat orang, terdiri dari sopir truk, kenek truk, sopir APV, dan penumpang APV diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

"Kini empat orang tengah dimintai keterangan di kantor," lanjutnya.

Next

Angkut Mobil Pakai Truk

(c) Merdeka.com

Meski pemerintah sudah larang mudik, namun tetap saja ada pemudik yang nekat melanggar. Seperti yang dilakukan tiga orang berinisial RMS (31) dan RM (24), serta sopir SP (53). Ketiganya berhasil diamankan Petugas Dishub Gorontalo di perbatasan Sulut-Gorontalo, yakni Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (13/5/2020).

Melansir Merdeka.com, mobil berisi dua warga itu kemudian dimuat dengan sebuah truk dan dibungkus dengan terpal untuk mengelabui petugas. Petugas menghentikan aksi ketiganya, mengambil data dan memulangkan ketiganya ke Sulawesi Utara karena Provinsi Gorontalo sedang dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Malam ini kami mengamankan dua orang dan satu supir yang memaksa masuk ke Gorontalo. Modusnya, seolah olah bermuatan logistik. Dua orang bersembunyi di bagasi mobil di dalam truk," ujar Kasi Angkutan Dalam Trayek, Dinas Perhubungan Pemprov Gorontalo, Yantje Ering.

Kedua warga Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo itu beralasan dalam keadaan mendesak karena ingin menjenguk orang tua yang sakit. Ia mengungkapkan aksi keduanya ternyata bukan kali ini saja, karena sehari sebelumnya mereka sudah ditolak oleh aparat untuk masuk Gorontalo.

Ternyata aksi keduanya bukan kali ini saja, sehari sebelumnya mereka sudah diamankan petugas dan ditolak masuk Gorontalo, serta diminta untuk putar balik.

"Ya kalau alasan semua orang bisa memberi alasan. Apapun itu, tidak kami izinkan. Kita harus laksanakan PSBB ini dengan baik dan tegas untuk mencegah penularan virus corona," katanya.

Sebagai informasi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gorontalo dimulai dari 4-18 Mei 2020. Aturan ini berlaku untuk seluruh wilayah provinsi.

Next

Mengaku Bawa Barang

Dinas Perhubungan Kota Malang menggagalkan kendaraan yang mencoba mudik ke Kota Malang pada Lebaran hari ke-2, Senin (25/5/2020). Mobil yang diketahui berasal dari Sidoarjo itu tertangkap di pospam Adiputro, Kota Malang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto menjelaskan bahwa mobil tersebut bermodus mengangkut barang. Tapi saat diperiksa, ditemukan 3 orang yang bersembunyi di balik terpal penutup barang.

"Ada tiga orang yang disembunyikan di belakang dengan ditutupi terpal," terang Handi, Senin (25/5/2020).

Saat diperiksa, pengendara mobil tersebut juga tidak memiliki surat keterangan jalan. Sehingga petugas menyuruh pengemudi kembali ke tempat asalnya.

"Setelah kita BAP, cek sesuai protokol COVID-19, langsung kita suruh putar balik. Tanpa ada surat keterangan jalan, lebih-lebih sudah ada indikasi dan modus masuk kota Malang dengan sembunyi-sembunyi," jelas Handi.

Loading