Sukses

Santai, Knalpot Mobil Kemasukan Air saat Banjir Bukan Masalah Utama

Otosia.com Di beberapa kota besar, khususnya di Ibu Kota, banjir sudah menjadi peristiwa musiman. Tak sedikit penduduknya sudah memiliki acuan untuk mengantisipasi jika banjir terjadi.

Namun, pada situasi tertentu para pengemudi kendaraan bermotor terpaksa harus menerobos jalanan yang banjir. Jika demikian, kemungkinan air masuk melalui lubang knalpot kendaraan bisa saja terjadi.

Jika Otolovers mengalami hal ini, pertama jangan panik. Pasalnya, masuknya air ke dalam knalpot bukanlah masalah utama.

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/dit/tys)

Next

Cairan tersebut akan terdiam di catalytic converter yang berfungsi sebagai penyaringan gas buang. Lambat laun dengan lewatnya gas panas, sisa air akan hilang dengan sendirinya.

Itu sebabnya ada komponen lain yang lebih membutuhkan perhatian saat banjir. Melansir dari Nissan Indonesia, Senin (14/6/2021), masalah yang lebih besar bukan pada bagian knalpot, melainkan sistem kelistrikan mobil dan mesin.

Sistem kelistrikan mobil sering disebut sebagai electronic control unit (ECU). Perangkat ini amatlah penting sehingga tidak disarankan untuk menerjang banjir yang tingginya melampaui lokasi ECU tersebut.

Next

Nissan juga menjelaskan, komponen listrik lainnya seperti alternator, soket, sekring, injektor, kabel, serta relay patut diperhatikan. Walaupun sudah ada perlindungan supaya tidak kemasukan air. Alangkah lebih baik jika mobil diperiksa langsung setelah dipakai menerjang banjir.

Pada bagian mesin, ada beberapa bagian yang perlu pemeriksaan. Radiator mobil perlu dipastikan tidak ada kotoran yang melekat. Sama halnya dengan kompresor AC yang penempatannya cukup rendah. Nissan menyarankan untuk tidak menyalakan AC setelah mobil terendam banjir.

Pengecekan selanjutnya adalah pada bagian saringan udara. Lebih baik diganti jika mobil teredam banjir karena berdampak langsung dengan mesin. Terakhir adalah kopling yang dapat memengaruhi proses mengemudi. Bertumpuknya karat akibat tergenang air membuatnya terasa berat.

Penulis: Arendra Pranayaditya

Loading