Sukses

Kemenkeu Tanggapi Diskon PPnBM Mobil Baru Sebabkan Polusi Udara Kian Buruk

Otosia.com Diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor diberikan untuk mengembalikan kondisi ekonomi nasional. Namun di sisi lain, kebijakan ini dinilai berdampak buruk terhadap lingkungan.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengklaim, bahwa pemberian insentif PPnBM mobil baru tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan polusi di Indonesia. Mengingat, implementasi kebijakan tersebut hanya bersifat sementara yang akan berakhir pada Desember tahun ini.

"Tentu (PPnBM) tidak di maksudkan untuk meningkatkan polusi yang sangat signifikan begitu ya. Karena sekali lagi bapak-ibu (PPnBM) kita berikan secara temporer saja, ini tidak akan berkelanjutan," ungkapnya dalam acara Budget Goes To Campus, Selasa (6/7/2021).

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan aturan khusus untuk memastikan kebijakan berjalan baik di lapangan dan meminimalisir dampak terhadap penerimaan negara. Diantaranya dengan pemberian bonus dilakukan secara bertahap, sehingga tidak sepenuhnya mencapai 0 persen.

"Ada masa-masa berlakunya, jadi kalo kondisinya sudah baik kita akan kembali perlakukan normal. Di mana PPnBM akan dibayar oleh pembeli, sehingga bisa mendorong wajib pajak untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan," tegasnya.

Next

Adapun pertimbangan utama pemerintah untuk menerapkan kebijakan diskon pajak mobil baru tersebut untuk meningkatkan permintaan. Menyusul anjloknya permintaan mobil baru akibat orang kaya lebih condong menyimpan uangnya di bank ketimbang berbelanja selama pandemi COVID-19 berlangsung.

"Kita lihat industri otomotif terpukul sangat dalam, jumlah penjualan bahkan turun jauh lebih dari setengah. Seingat saya turun 70 persen dari total penjualan normal," tutupnya.

Sumber: Liputan6.com

Loading