Sukses

Catat, Ini 8 Gerbang Tol Jakarta-Cikampek yang Disekat saat PPKM Darurat

Otosia.com Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali telah dijalankan dari 3 juli hingga 20 Juli 2021. Untuk mendukung kebijakan tersebut, dilakukan penyekatan di delapan titik Tol Jakarta-Cikampek.

General Manager Representative Office 1 Jasa Marga Transjawa Tollroad Regional Division (JTTRD) Taufik Akbar mengatakan, 8 titik pembatasan dan pengendalian kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek ini dilakukan pada kedua arah.

"Ada beberapa titik lokasi pembatasan dan pengendalian lalu lintas kendaraan di akses masuk dan keluar Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang sepenuhnya diberlakukan atas diskresi dari pihak Kepolisian," kata Taufik dalam keterangan pers diterima, Jumat (16/7/2021).

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Taufik mengonfirmasi, pembatasan jalan dilakukan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Menurut Taufiq, pembatasan tersebut dilakukan mulai 16-22 Juli 2021.

Selain itu, kepolisian juga melakukan penyekatan di Km 31 ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek. Taufik menjabarkan, mekanisme pengendalian mobilitas di Km 31 dikecualikan bagi kendaraan pengangkut logistik, termasuk kendaraan sektor esensial dan kritikal juga kendaraan TNI/Polri.

"Tenaga kesehatan serta emergency dapat melanjutkan perjalanan menuju arah Cikampek, namun bagi kendaraan yang tidak memenuhi syarat akan dialihkan keluar Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat 3”, dia menandasi.

Next

8 GT Tol Jakarta-Cikampek yang Disekat

Berikut 8 titik gerbang tol yang akan dilakukan pembatasan dan pengendalian:

GT Bekasi Barat 1
GT Bekasi Timur 2
GT Tambun
GT Cikarang Barat 4
GT Cikarang Timur
GT Cibatu, GT Karawang Barat 1
GT Karawang Timur 1
GT Cikampek

Next

Sebagai informasi, persyaratan yang wajib dipenuhi bagi pengguna jalan yang akan melintasi titik lokasi pembatasan adalah pemeriksaan protokol kesehatan seperti menggunakan masker serta kapasitas kendaraan yang hanya memuat 50% penumpang.

Selain itu, juga harus menunjukkan dokumen persyaratan perjalanan, seperti Vaksin, Surat Tes COVID-19 (PCR/Antigen) dengan hasil negatif, dan Surat Tugas/Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Penulis: Muhammad Radityo Priyasmoro

Sumber: Liputan6.com

Loading