Sukses

Tata Nama Senyawa Kimia Organik (Alkana, Alkena, Alkuna, Alkohol, hingga Eter)

Otosia.com Dalam bidang kimia, senyawa merupakan zat yang dihasilkan dari kombinasi dua atau lebih unsur kimia yang berbeda, sehingga atom dari unsur-unsur tersebut terikat bersama oleh ikatan kimia yang sulit diputuskan. Sedangkan dalam pengelompokannya, senyawa digolongkan atas unsur pembentuknya, yakni senyawa organik dan anorganik.

Untuk senyawa organic, penyusun terbesarnya adalah atom C, H, dan O. Sementara itu, tata nama senyawa organik adalah suatu cara sistematik untuk memberi nama senyawa organik yang direkomendasikan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC).

Secara umum, pemberian nama senyawa organik diberikan berdasarkan jumlah atom karbon, bentuk, dan jenis ikatan. Namun idealnya setiap senyawa organik harus memiliki nama yang dapat digambarkan formula struktural dengan jelas.

Agar semakin paham terkait tata nama senyawa organik, berikut ini ulasannya yang dilansir dari berbagai sumber.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Tata Nama Senyawa Organik

Tata Nama Senyawa Alkana, Alkena, dan Alkuna

Senyawa Alkana, Alkena, dan Alkuna dibedakan berdasarkan jenis ikatan rangkap pada unsur karbon satu dengan lainnya. Ikatan rantai tunggal disebut alkana, sedangkan rantai ganda dan rangkap tiga disebut golongan alkena dan alkuna.

Untuk tata nama senyawa alkana dilakukan dengan cara melihat rantai utama dan memberi nomor pada setiap atom C. Pemberian nomornya sendiri berdasarkan gugus fungsi, letak ikatan rangkap, dan letak rantai cabang terdekat.

(c) Siswapedia

Sedangkan untuk rantai cabang, akhiran –ana diganti dengan –il, misalnya untuk rantai –CH3 maka ditulis metil. Penambahan awalan di- dan tri- diberikan jika rantai cabang berjumlah dua dan tiga secara berturut-turut dan sama susunan atomnya. Untuk senyawa alkena, akhiran –ana hanya perlu diganti dengan –ena. Begitu juga dengan senyawa alkuna.

Pada senyawa alkana siklik, penamaannya menggunakan awalan "siklo-", misalnya untuk senyawa C6H12 maka namanya menjadi sikloheksana.

(c) Siswapedia

Next

Tata Nama Senyawa Alkohol

Nama alkohol pada dasarnya diambil dari nama rantai induknya, yaitu alkana tetapi berakhiran -ol.

Untuk tata nama senyawa Alkohol memiliki rumus umum CnH(2n+2)O. Senyawa ini sendiri mengandung gugus fungsi -OH, sedangkan strukturnya dinyatakan sebagai R - OH, dengan R adalah Rantai Karbon alkil.

Penamaan IUPAC alkohol menggunakan angka untuk mendeskripsikan letak atau posisi gugus -OH di dalam senyawa, misal CH3CH2CH2CH2OH menjadi 1-butanol.

Adapun penggunaan –diol, –triol, dan seterusnya untuk mendeskripsikan jumlah gugus –OH. Namun perlu diperhatikan letak –OH dalam satu atom C karena hal ini mengindikasikan gugus fungsi asam karboksilat yaitu –COOH.

(c) Siswapedia

Next

Tata Nama Senyawa Aldehida

Senyawa aldehida merupakan kependekan dari alcohol dehidrogenasi. Artinya sendiri adalah alkohol yang terdehidrogenasi.

Sementara itu, aldehida merupakan senyawa organik yang sekurang-kurangnya memiliki satu atom hidrogen yang terikat pada karbon karbonilnya. Untuk tata nama senyawa aldehida diturunkan dari nama alkana induknya, dengan mengubah akhiran -a menjadi -al (alkanal).

Contoh: Senyawa HCHO ditulis metanal atau formaldehida

Next

Tata Nama Senyawa Ester

Diketahui senyawa ester merupakan turunan dari senyawa asam karboksilat. Gugus -OH dari asam karboksilat digantikan dengan OR. Untuk penamaannya gugus alkil yang dimiliki terlebih dahulu disebutkan, kemudian diikuti dengan nama karboksilatnya.

Contoh:

Nama senyawa metil propanoat. Alkilnya adalah metil dan karboksilatnya merupakan propanoat. Sehingga namanya adalah metil propanoat.

Next

Tata Nama Senyawa Keton

Senyawa keton mempunyai dua gugus alkil yang terikat pada karbonil. Sedangkan tata nama senyawa keton sama dengan aldehida. Hanya saja berbeda pada akhiran -al menjadi on (alkanon).

Contoh: CH3CH2COCH2CH3 ditulis sebagai 3-Pentanon.

Next

Tata Nama Senyawa Asam Karboksilat

Asam karboksilat merupakan senyawa organik yang mengandung gugus karboksil. Sedangkan gugus karboksil mengandung sebuah gugus karbonil dan hidroksil.

Untuk tata nama senyawa asam karboksilat menggunakan awalan asam dengan akhiran -oat. Contohnya adlaah asam butanoat, asam pentanoat, dan lainnya.

Next

Tata Nama Senyawa Eter

Eter dikenal juga sebagai alkoksi alkana dan senyawa ini merupakan karbon turunan alkana yang memiliki gugus fungsi -OR (alkoksi).

Secara singkat senyawa eter memiliki rumus R-O-R di mana -O- mengikat dua atom C. Penamaannya dimulai dari melihat rantai R yang lebih panjang. Rantai R yang lebih panjang disebut dengan rantai utama, maka penamaannya berada di akhir dengan menggunakan akhiran –ana. Sedangkan rantai R yang lebih pendek menggunakan akhiran –oksi.

Contoh: CH3CH2OCH3 ditulis metoksietana.

Loading