Sukses

Konyol, Drifting Red Bull Merusak Situs Warisan Bersejarah UNESCO

Otosia.com Untuk membuat sebuah iklan komersial di suatu tempat tentu membutuhkan izin. Terlebih lokasi yang dipilih merupakan bagian dari situs sejarah yang dilindungi.

Namun rupanya pabrik minuman energi Red Bull tidak berpikiran demikian. Perusahaan minuman yang kerap mensponsori tim balap F1 dan MotoGP ini tetap nekat melakukan syuting iklan meski permintaan izinnya ditolak.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/dit)

Next

Otoritas Kiev, Ukraina tidak mengabulkan permintaan Red Bull karena iklan dengan aksi drifting dinilai dapat meninggalkan jejak ban di lokasi bersejarah.

Pelarangan yang tidak diindahkan Red Bull membuat murka Wakil Walikota Kiev, Kostiantyn Usov. Red Bull selain dinilai telah melanggar hukum namun juga merusak Saint Sophia Cathedral yang masuk dalam situs warisan dunia UNESCO.

Next

Walikota ini melepaskan kemarahannya pada akun resmi Facebooknya, Kostiantyn Usov. Ia menuliskan dampak buruk syuting ilegal yang dilakukan Red Bull, terutama kerusakan pada batu-batu kuning Kyiv sepanjang 2.000 meter persegi oleh aksi drifting.

"2.000 meter persegi batu kuning Kyiv telah rusak di Sofliska Square," tulis Usov.

Next

Jejak ban drifting (Facebook/Kostiantyn Usov)

Usut punya usut, sebelumnya perusahaan minuman berlogo banteng merah itu meminta restu dari Usov untuk membuat iklan di situs tersebut. Namun Usov menolak mentah-mentah. Pada akhirnya Red Bull tetap membandel dan meneruskan proses pembuatan iklan di Saint Sophia Cathedral, Kiev.

"Perusahaan tersebut hendak shooting selama dua hari, namun kami tidak memperbolehkan pada lokasi ini. Mereka ternyata tetap melakukannnya," jelas Usov.

Next

Usov mejelaskan, tempat tersebut sangat dijaga dan dihormati oleh oleh penduduk Kyiv, sebab Saint Sophia Cathedral merupakan tempat yang dianggap keramat dan bersejarah di Ukraina. Usov menilai drifting oleh Red Bull adalah aksi vandalisme serta sikap tidak hormat kepada seluruh warga Kiev.

Selain itu pihak Red Bull juga tidak menerapkan standar keselamatan pada proses pengambilan gambar di saat banyak orang lalu lalang. Untungnya tidak ada kejadian fatal selama syuting dilakukan.

"Red Bull memulai rekaman di pagi hari secara diam-diam, tanpa adanya penerapan keselamatan terhadap orang-orang sekitar. Banyak orang berangkat kerja melalui lokasi itu dan kini harus menghindari mobil-mobil drifting. Ini bisa lebih tragis," ungkapnya.

Next

Buntuk kejadian tersebut Walikota Kiev melaporkan Red Bull dan pihak-pihak terkait ke kepolisian dan akan terus membawa persoalan ini ke ranah hukum.

"Kami menunggu dua hal dari pihak kepolisian Kiev. Pertama, mereka bilang kalian menyetujui aksi gaduh ini, dan kedua, butuh berapa lama memproses mereka sebagai kriminal," tutupnya.

 

Loading