Sukses

5 Alasan Isuzu Traga Sangat Istimewa Jadi "Mesin Cuan" Sektor Niaga

Otosia.com Dari dahulu kala, Isuzu selalu identik dengan nama besar Panther, sang "Rajanya Diesel". Tapi kini bukan itu saja, Isuzu makin kental dengan sosok Traga.

Ya, selaras dengan namanya yang makin dikenal, penjualan Traga juga laris manis bak kacang goreng. Bahkan ketika pandemi berkepanjangan pun, penjualan mobil ini masih memuaskan.

Menurut Attias Asril, Marketing Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, market Traga terus tumbuh.

Itu dibuktikan dari catatan retail sales (distrubusi dari diler ke konsumen) semester I 2020 Isuzu Traga yang hanya sebesar 2.296 unit, kini melompat tinggi menjadi 5.409 unit di semester I 2021. Market share pun dalam periode yang sama meningkat dari 27,8% menjadi 30,2%.

Kenaikan itu didasari oleh pola pasar yang juga cenderung pulih sejak hantaman awal-awal Corona (COVID-19). Menurut Attias memang sektor komersil lebih cepat rebound karena aktivitas bisnis yang perlahan kembali bergairah.

"Karena komersial ini sangat identik dengan kondisi bisnis, kondisi perekonomian, kegiatan bisnis. Sementara situasi COVID-19 ini, itu pembatasan-pembatasan berdampak pada kegiatan bisnis," ujar Attias dalam diskusi daring yang digelar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT), Selasa (24/8/2021).

Selama periode Januari-Juni 2021, market otomotif Indonesia tumbuh dengan menyentuh 33,5% dan pasar commercial vehicle mencatatkan tren positif dengan naik 44,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pun Isuzu berhasil menggenjot retail sales dengan torehan 11.968 unit atau tumbuh signifikan 53,1%.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), capaian itu cukup ampuh menempatkan Isuzu ke peringkat tujuh brand terlaris, karena tahun lalu mereka hanya bisa mencatat 7.818 unit.

Lantas mengapa Isuzu Traga begitu menggoda?

 

 

 

 

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/sdi)

Alasan Memilih Isuzu Traga

Isuzu Traga (doc.IAMI)

Untuk mencari jawaban dari pertanyaan di atas, Otosia beberapa waktu lalu berbincang dengan Reza Agni Wantino, pria milenial yang tengah bergelut dengan bisnis catering bernama Radhiz di Kota Malang.

Dari sekian armada yang ia punya untuk mendukung mobilitas usaha, Traga menurutnya paling bisa bikin cuan. Mengapa? Rupanya alasannya sangat sederhana.

Pertama, kapasitas bak Traga paling luas dibandingkan pesaingnya.

"Kenapa pilih Traga, karena baknya paling luas. Sesimpel itu," terang Reza sambil melontarkan gurauan.

Sebelum pilihannya jatuh pada Traga, pria yang juga menggemari tanaman hias ini sebenarnya punya 3 opsi yang sempat membuatnya bingung. Akhirnya ketika menimbang soal harga dan performa, Traga dianggap paling istimewa.

"Unitnya kan tahun 2018, dulu ada tiga opsi. Pertimbangan budget dan daya angkut. Jadinya pilih Traga karena dirasa paling cocok," imbuhnya.

Berdasarkan perbincangan singkat itu, Otosia pun berusaha mengulik detail keunggulan Traga seperti yang diuraikan oleh Reza.

 

Next

Keunggulan Isuzu Traga

a. Bak besar

Dimensi Isuzu Traga (doc. IAMI)

Inilah yang paling disukai oleh para pebisnis seperti Reza. Kapasitas bak belakang Traga memang terbesar di kelasnya dengan dimensi panjang 2.810 mm, lebar 1.620 mm plus cargo space 4,6 meter persegi.

Makanya, untuk sektor niaga yang selalu bergelut dengan volume dan bobot barang, Traga dianggap paling menguntungkan.

Kalau misalkan untuk membawa galon air, setidaknya mobil ini bisa mengangkut 60 buah dengan bobot maksimal 1,5 ton.

 

Next

b. Mesin powerful, bandel dan irit

Mesin Isuzu Traga (doc. IAMI)

Kalau ada yang bilang Isuzu Panther telah sepenuhnya tiada, sebenarnya tidak serta merta bisa dikatakan demikian. Pasalnya, performa legendaris jantung pacu Panther yang terkenal irit dan bandel ditanamkan untuk Traga.

Mobil niaga ini mengusung mesin dengan model 4JA1L 4 silinder berteknologi Direct Injection with Turbocharger.

Kapasitas kubikasinya yang mencapai 2,499 cc mampu menghasilkan power 80 PS dengan torsi menjambak 19,5 Kgm/1.800 rpm.

 

 

Next

c. Harga kompetitif

Isuzu Traga (doc. otosia)

Isuzu Traga punya dua varian dengan peruntukan yang memang tak sama. Pun banderolan harganya terbilang cukup jauh antar dua varian.

Model pertama ialah Traga Pick Up (FD) yang dibanderol Rp 213 jutaan. Sedangkan yang sudah memiliki Box Aluminum dipatok lebih mahal dengan harga Rp 242 jutaan.

Tentunya kustomer harus memilih mana yang memang sesuai untuk memenuhi kebutuhan keniagaan.

Uniknya, meski harga di atas terbilang paling tinggi dibandingkan rival di kelasnya, Traga tetap kompetitif. Sebab, seperti pengakuan Reza sebelumnya, kapasitas angkut dan mesinnya yang juara, bikin selisih harga itu tidak jadi masalah.

 

Next

d. Perawatan gampang

Aftersales Service Isuzu (doc. IAMI)

Satu hal lain yang otosia tangkap soal perawatan atau aftersales ketika berbincang dengan Reza ialah aksesnya yang mudah karena bengkel Isuzu melimpah.

Menurutnya, mobil yang ia gunakan jarang mengalami masalah karena cukup rajin servis ke bengkel resmi.

"Perawatan aman Pak, enggak ada kendala yang parah. Pokoknya service rutin selalu terpenuhi," kata Reza.

Perihal aftersales service ini rupanya menjadi bagian dari transformasi Isuzu untuk terus beradaptasi dengan pandemi dan memberikan kepuasan lebih kepada pelanggannya.

"Mau tidak mau kita atau kami harus lebih fokus memperbaiki aftersales availibility dan competitiveness. Orang mau beli truk enggak seperti kendaraan penumpang. Mereka butuh bahwa aftersales-nya bagaimana," tegasnya lagi.

Ia menambahkan kendaraan niaga juga harus siap dalam segala kondisi karena memang dibutuhkan kapan pun.

"Kendaraan kustomer ini kan dipakai untuk usaha, bisa dibilang kendaraan produksi. Tentunya harus selalu siap ketika diperlukan. Mau enggak mau, kami harus mengubah mindset bahwa di mana unit kustomer berada, kami harus datangi," jelasnya menambahkan.

Layanan aftersales Isuzu juga terkait bagaimana mereka harus siaga ketika kapan pun dan di mana pun kustomer membutuhkan bantuan.

"Jadi tidak ada lagi kita bicara jam kerja. Kita pakai 24 x 7 jam. Jam berapa pun di mana pun, mekanik kita harus datang. Mau unitnya di tol, di hutan atau di jalan di mana pun, mekanik kita akan datang ke lokasi," kata dia lagi. 

 

Next

h. Pemasaran luas sampai mancanegara

Selain untuk Indonesia, Isuzu Traga juga punya keunggulan pasar yang sudah merambah negara lain. Saat ini memang Traga masih diekspor ke Filipina.

Meski demikian, Attias menegaskan bahwa Isuzu masih terus mencari market ekspor baru baik yang masih di belahan Asia Tenggara hingga ke Amerika Tengah.

"Kami terus mencari tujuan ekspor baru Traga yang akan dipasarkan ke Laos dan Kamboja. Negara-negara di Amerika Tengah juga termasuk tapi pandemi sedikit menghambatnya. Kami memperluas pasar Traga karena basis produksinya ada di Indonesia," tegasnya.

Sebagai pendatang baru, angka ekspor Traga terus mengalami kenaikan.

Isuzu tahun lalu hanya bisa mengirimkan 39 unit, namun kemudian melonjak naik 1.500% dalam periode Januari-Juli 2021 menjadi 634 unit.

Seluruh produk Traga yang diekspor berstatus completely knocked down (CKD) atau diekspor secara lengkap namun belum dirakit (terurai).

 
Loading