Sukses

Fakta-fakta Sirkuit Mandalika Jelang World Superbike Pada November 2021

Otosia.com Pertamina Mandalika Street Circuit akan menggelar ajang balap motor bergengsi di dunia, yakni World Superbike dan MotoGP. Untuk yang terdekat sirkuit di Lombok, NTB itu akan menghelat World Superbike pada 19-21 November 2021.

Sirkuit ini dibangun dengan standar kelas dunia. Panjang lintasan sirkuit sepanjang 4,31 km dengan 17 tikungan.

Sirkuit yang memiliki pemandangan alam perbukitan dan panorama laut biru yang spektakuler ini dibangun teknologi aspal terbaru yakni Stone Mastic Asphalt (SMA) sehingga menjadikannya sebagai salah satu sirkuit yang bisa menawarkan kecepatan 330 km per jam dengan tetap memiliki tingkat keamanan tinggi bagi pembalap.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, pembelian tiket untuk event World Superbike secara resmi dibuka pada 18 Oktober 2021.

Guna menunjang pelaksanaan World Superbike Mandalika, Menko Airlangga menyebut pemerintah juga tengah mempercepat vaksinasi di Lombok Tengah, minimum 50 persen untuk dosis kedua.

Menko Airlangga memastikan jika penyelenggaraan World Superbike Mandalika akan menerapkan protokol kesehatan super ketat.

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah fakta terkait gelaran Superbike di Sirkuit Mandalika.

1. Syarat Menonton

Menko Airlangga mengatakan, pemerintah telah memutuskan jumlah penonton World Superbike Mandalika di Lombok Tengah berjumlah 25 ribu orang dan telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sebanyak dua kali.

"Presiden sudah meminta balapan World Superbike ditonton 25.000 orang dengan syarat 2 dosis vaksin sudah lengkap," terang Menko Airlangga kepada sejumlah wartawan.

Next

Menko Airlangga berharap dengan terlaksananya World Superbike di sirkuit Mandalika, menjadikan Mandalika sebagai lokasi sport tourism terbaik di Indonesia selain Nusa Dua di Bali.

"Tidak ada kawasan ekonomi khusus pariwisata yang terintegrasi dan sekomplit di Mandalika, sehingga ini menjadi alternatif bagi wisata datang Indonesia," katanya.

2. Harga Tiket

Terkait pembelian tiket, Menko Airlangga mengatakan akan dilakukan secara online maupun offline. Namun, berapa harga tiket yang ditawarkan ke masyarakat, dia belum bisa membeberkannya.

"Kalau harganya saya belum berani ngomong. Intinya lagi dihitung," ucapnya.

Next

Direktur PT Pengembang Pariwisata Indonesia atau ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan, bahwa harga tiket untuk WSBK tidak akan mahal. Namun, untuk harganya dirinya pun belum bisa menyebutkannya.

"Karena ini tiga hari, tiketnya tidak akan mahal karena ini event pariwisata," ujarnya.

3. Sirkuit Pinggir Pantai

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan gelaran ini akan jadi yang pertama di dunia dan MotoGP diselenggarakan di arena terbuka dan berdekatan dengan pantai.

"Memang ini pertama di dunia, di pinggir pantai," kata Menko Luhut.

Wakil Menteri (Wamen) I BUMN, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, dalam waktu dekat di November 2021 ini Pertamina Mandalika Street Circuit sudah akan digunakan untuk ajang balap World Superbike. Kemudian pada kuartal pertama 2022 baru akan digunakan untuk MotoGp.

"Event-event ini salah satu bisa hidupkan kembali industri pariwisata di Indonesia. Dan diharapkan dorong pariwisata Lombok dan NTB," kata dia.

4. Potensi Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, bahwa potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari satu kali perhelatan event World Superbike adalah sebesar Rp500 miliar.

"Potensi ekonomi dari Superbike diperkirakan Rp500 miliar. Jadi multiplier effect-nya Rp500 miliar per sekali event," kata Menko Airlangga.

Next

Dengan adanya event sekelas Superbike dan MotoGP, Menko Airlangga berharap nantinya Mandalika menjelma menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Tourism.

"Dengan demikian diharapkan ini bisa menjadi event for tourism dan ini menjadi proyek kedua terbesar sesudah Nusa Dua. Dan dalam beberapa dekade tidak ada Kawasan Ekonomi Khusus tourism yang terintegrasi sekomplit yang ada di Mandalika. Tentu kita berharap ini bisa menjadi alternatif tourism yang terdepan. Pelabuhannya juga sudah siap menampung 7 juta orang baik dari domestik maupun mancanegara," ujarnya.

Penulis: Harwanto Bimo Pratomo

Sumber: Merdeka.com

Loading