Sukses

Gantung Pewangi di Spion Tengah Mobil, Siap-siap Didenda Rp17 Juta

Otosia.com Menggantung pewangi atau aksesori pada kaca spion tengah mobil, sudah menjadi hal yang lumrah. Bahkan di Indonesia, beberapa orang sengaja menggantung barang-barang seperti lanyard atau kartu pengenal di spion tengah mobil.

Rupanya kebiasaan menggantung barang di spion tengah mobil itu bisa membuat pemilik mobil didenda. Tapi bukan di Indonesia ya Otolovers. Aturan ini berlaku di Inggris.

Melansir Express.co.uk, para pemilik mobil yang menggantung pewangi atau aksesori apapun pada spion tengah bisa didenda. Dendanya sebesar GBP 100 atau Rp 1,7 juta dan 3 poin pelanggaran, jika denda dilakukan di tempat.

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Denda Naik 10 Kali Lipat

Denda Naik 10 Kali Lipat

Tapi jumlah denda itu akan naik 10 kali lipat, jika pelanggaran itu dibawa ke pengadilan. Dengan begitu, pelanggar bisa didenda sebesar GBP 1.000 atau Rp 17 juta dan 3 poin pelanggaran.

Sebenarnya, menggantung apapun pada kaca spion tengah bukanlah tindakan ilegal. Hanya saja, menurut Highway Codes, kaca depan dan jendela harus bersih dan bebas dari halangan untuk visibilitas yang baik.

Sementara itu, Road Traffic Law menyebutkan, tidak ada orang yang boleh mengemudi atau menyebabkan atau mengizinkan orang lain utnuk mengendarai kendaraan bermotor di jalan jika dia dalam posisi sedemikian rupa sehingga dia tidak bisa memiliki kendali yang tepat terhadap kendaraan atau memiliki pandangan penuh dari jalan dan lalulintas di depan.

Tak Ditanggung Asuransi

Tak Ditanggung Asuransi

Terlebih lagi, di Inggris, asuransi disebut tak akan membiayai klaim kecelakaan yang disebabkan oleh aksesori pada mobil. Head of Driver Behaviour IAM RoadSmart, Rebecca Ashton mengatakan, apapun yang tergantung pada kaca spion atau tertempel pada kaca depan bisa membatasi pandangan pengemudi.

"Barang-barang yang dipakai orang cenderung bervariasi, mulai penyegar udara dan dadu di spion tengah, navigasi satelit besar, hingga memakai navigasi pada iPad. Kehilangan pandangan saat mengemudi berpotensi sangat berbahaya," katanya.

 

Loading