Sukses

Cara Bayar Isi Daya Mobil Listrik di SPLU Mirip Beli Token PLN?

Otosia.com Era mobil listrik sedang ditunggu-tunggu. Pemerintah masih menggodok soal pajak agar harga kendaraan ini tidak mahal. Sementara itu, para produsen ramai-ramai memasarkan mobil terbaru yang berbasis sumber daya listrik.

Tidak ketinggalan, swasta mulai melirik produk charging, dari yang sekelas rumahan hingga semacam SPBU khusus listrik yang diistilahkan SPLU atau stasiun pengisian listrik umum.

Satu lagi yang menarik dibahas adalah bagaimana sistem pembelian listriknya. Sebab, ketika pengguna mobil listrik masuk SPLU, bagaimanapun mereka akan membeli listrik berdasarkan kWh.

Bicara alat untuk isi listrik ini, Darmastater F Yimmy R, Kepala Divisi Engineering PT Powerindo Prima Perkasa (Proteksindo) menjelaskan bahwa mereka sudah siap dengan beberapa pilihan, termasuk colokan yang pada prinsipnya berbeda antara mobil listrik dan sepeda motor listrik.

"SPLU punya banyak pilihan nozzle karena standar pilihannya belum ada. Di sini kami sediakan dua tipe. Ada tipe C1772 dan AMPS lalu untuk motor masih bisa pakai soket standar rumahan," kata dia.

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/nzr/ahm)

Sistem Pembelian

Sistem Pembelian

Untuk sistem pembelian, di SPBU sendiri berlaku dua hal, yakni isi berdasarkan jumlah uang yang akan dikeluarkan customer dan berapa liter yang dibutuhkan. Sementara untuk urusan bayar listrik sendiri, masyarakat juga sudah akrab dengan token PLN yang lebih kurang juga bisa diaplikasikan.

"Tinggal sistem pembayarannya bagaimana. Kalau misalnya token PLN oh saya butuh 50 ribu atau 20 ribu, colok, lalu ditinggal belanja," ujarnya.

Pengisian daya listrik yang ditawarkan oleh perusahaannya memang menawarkan beberapa pilihan termasuk untuk urusan kecepatan pengisian. Yang masih menjadi pertimbangan adalah, jika ampere di tempat pengisian berjumlah besar, maka waktu pengisian pun akan semakin singkat.

Namun, ampere besar juga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi baterai yang digunakan oleh customer pada kendaraan listrik mereka, baik sepeda motor maupun mobil.

"Kembali ke sistem baterai di mobilnya apakah bisa yang 63 ampere supaya cepat. Ini nanti ada kaitannya dengan kekuatan masa pakai baterai," tambahnya.

Loading