Sukses

MotoGP 2019, Ducati: Pengembangan Mesin Bisa Menghemat Uang

Otosia.com Penampilan Ducati di MotoGP 2019 sebenarnya tidaklah buruk. Sepasang pembalapnya, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci, menghuni peringkat 2 dan 3 di klasemen sementara.

Hanya saja, selisih dengan urutan pertama, Marc Marquez, terbilang jauh. Dovi yang ada di posisi kedua berjarak 93 poin dari pembalap Repsol Honda itu, bahkan 124 poin untuk Petrux.

Tak sedikit pula yang menilai bahwa mesin Ducati Desmosedici GP 2019 tak mampu lagi bersaing dengan Honda RC213-V besutan Marc Marquez. Memang, dapur pacu ini tak boleh lagi disentuh sejak didaftarkan pada awal musim.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/crn)

Pengembangan Sia-Sia

Pengembangan Sia-Sia

Sebenarnya, hal inilah yang disayangkan oleh Davide Barana, Ducati Technical Director. Mengutip dari Speedweek.com, ia menyatakan bahwa sebenarnya pengembangan mesin bisa memberi keunggulan dan justru tidak menghabiskan banyak biaya.

"Jika pengembangan mesin diijinkan, tentu rencana pengembangannya akan dipikirkan dengan baik, begitu juga dengan biayanya," ujar Barana.

"Jika mesin sudah tak boleh disentuh sejak awal balapan, tim bisa saja menghabiskan banyak uang untuk mengembangkan komponen lain, bahkan bisa jadi sebenarnya tidak dibutuhkan," tambahnya.

Persiapan MotoGP 2020

Persiapan MotoGP 2020

Untuk menghadapi MotoGP 2020, Barana mengaku ada pengembangan pada sasis Ducati Desmosedici GP. Itu tak terlepas dari ban baru yang dirilis oleh Michelin.

Ducati juga akan terus berinovasi untuk menyempurnakan aerodinamika Desmosedici GP. Bahkan, pabrikan asal Italia ini menjadi tim pertama yang menggunakan winglet di MotoGP sejak 2015 lalu.

Barana menyatakan bahwa Ducati tak hanya serius menggarap aerodinamika di MotoGP, tapi juga motor produksi massal. Buktinya, tahun 2018 lalu, mereka merilis Ducati Panigale V4R.

Loading