Sukses

Pelaku Pembunuhan Pasutri karena Perpanjangan STNK di Tulungagung Ditangkap

Otosia.com Hampir setahun berlalu, dua tersangka pembunuhan pasutri Adi Wibowo dan Suprihatin, di Tulungagung berhasil ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Tulungagung dan Polres Tanah bumbu, Resmob Polda Kalimantan Selatan.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia menerangkan, proses penyelidikan yang uckup lama lantaran minimnya saksi saat peristiwa terjadi. "Dari keterangan yang kami dapatkan, tersangka meninggalkan Tulungagung beberapa hari setelah kasus pembunuhan itu terjadi," terangnya, dilansir dari NTMC Polri.

Dua tersangka, Deny Yonatan Fernando Irawan (25) dan Mohammad Rizal Saputra (22), ditangkap di perkebunan sawit di wilayah Kuranji, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Keduanya merupakan warga Ngingas, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung.

"Saat diamankan petugas, kedua pelaku sedang berada di perkebunan kelapa sawit," lanjut Pandia.

 (kpl/tys)

Kronologi Pembunuhan

Lebih lanjut, pembunuhan itu terjadi lantaran kedua pelaku kesal setelah permintaan jasa perpanjangan STNK tidak kuncung dilakukan oleh korban. Kala itu, sekitar pukul 12.00 WIB, Fernando mengajak Rizal mendatangi rumah korban di Desa Ngingas.

Mereka ingin menagih pengurusan perpanjangan STNK yang sebelumnya dititipkan kepada korban pasangan suami istri tersebut. Kemudian, Fernando msuk ke rumah korban, dan ditemui oleh Suprihatin.

"Rizal ada di teras. Saat bertemu, Suprihatin melontarkan kata-kata yang menyinggung, sehingga terlibat cek-cok," papar Pandia.

Setelah cek-cok, pelaku kesal hingga memukul korban pada bagian kepala hingga tersungkur. Lalu korban dibenturkan ke tembok, hingga kahirnya tewas di lokasi kejadian. Pelaku Rizal juga memukul dan menyeret mayat korban.

Loading