Sukses

Tak Lagi Berbentuk Kertas, Polisi Akan Hadirkan STNK Elektronik

Otosia.com Belum lama ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menghadirkan SIM elektronik alias Smart SIM. Bentuknya berbeda dengan SIM sebelumnya, dan lebih fungsional.

Kini Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, sedang menyiapkan inovasi terbaru mereka, yakni STNK elektronik atau e-STNK. Direktur Registrasi Identifikasi (Dirregident) orlantas Polri, Polri Brigjen Pol Halim Paggara mengungkapkan, nantinya tampilan e-STNK akan berubah total.

Umumnya, STNK yang kini dimiliki oleh para pemilik kendaraan terdiri dari dua lembar surat. Terdiri dari Surat Tanda Nomor Kendaraan itu sendiri dan Tanda Bukti Peluasan Kewajiban Pembayaran. Dua lembar surat penting itu lalu dibungkus menggunakan plastik bening.

STNK elektronik ini direncanakan akan berbentuk kartu, seperti Smart SIM. "Kartu STNK ini masih dalam pengkonsepan, dan akan bekerjasama antara Samsat dan juga Kementerian Keuangan," terang Halim Paggara, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (1/11/2019).

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Penerapan 2021

Penerapan 2021

Penerapan e-STNK tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Kemungkinan baru akan dirilis dua tahun lagi. "Peluncuran resminya bisa awal 2021," lanjutnya.

Menurutnya, saat e-STNK resmi berlaku, bisa menjadi modernisasi dalam hal pencatatan da penyimpanan data. Saat ini semuanya masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Selain itu, bentuk kartu pada e-STNK bisa meningkatkan ketahanan, terutama dari lipatan dan cuaca.

Lebih lanjut, e-STNK juga akan lebih mudah disimpan dan sulit untuk ditiru karena memiliki karakteristik serta fitur keamanan mutakhir.

Cara Mengurus STNK yang Hilang

Cara Mengurus STNK yang Hilang

Surat-surat kendaraan bermotor wajib dibawa saat berkendara. Surat-surat ini pun wajib untuk dijaga. Karena, kalau hilang akan panjang urusannya.

Tapi, jangan panik saat surat-surat kendaraanmu hilang, seperti STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Tak perlu khawatir, ini tips untuk mengurus STNK yang hilang. 

Pertama, laporkan kehilangan STNK ke kepolisian. Kedua siapkan beberapa hal, yakni, KTP pemilik kendaraan asli dan fotokopi, fotokopi STNK yang hilang, surat keterangah hilang STNK dari Polsek atau Polres setempat, dan BPKB asli dan fotokopi.

Ketiga, urus STNK yang hilang ke kantor Samsat sesuai daerah asal, dengan membawa syarat-yarat tersebut. Bagaimana prosedurnya?

Lakukan cek fisik kendaraan, lalu fotokopi hasil cek fisiknya. Isi formulir pendaftaran dan urus cek blokir atau surat keterangan STNK hilang daeri Samsat.

Surat ini berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Jangan lupa sertakan hasil cek fisik kendaraan.

Semua persyaratan dan surat cek blokir sebelumnya daftarkan ke loket BBN II. Lalu bayar pajak kendaraan bermotor, tapi jika sudah dibayar maka bebas biaya pajak.

Selanjutnya, bayar biaya pembuatan STNK baru. Terakhir, ambil STNK dan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah), dan selesai.

STNK Mati, Kendaraan Tak Legal

STNK Mati, Kendaraan Tak Legal

Sesuai aturan, setiap pemilik kendaraan wajib membayarkan pajak kendaraannya dan melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Pembayaran ini sesuai dengan jatuh tempo yang telah ditentukan, jika terlewat barang tentu akan mendapatkan konsekuensinya.

Jika hanya menunggak membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), sanksi yang diberikan hanya denda. Jadi, pemilik kendaraan wajib membayar PKB ditambah denda tunggakan tersebut.

Namun, berbeda dengan masa berlaku STNK. Bila STNK tidak diperpanjang selama dua tahun setelah habis masa berlaku, maka dapat dihapus dari daftar dari Registrasi dan Identifikasi (Regident) Kendaraan Bermotor (ranmor) sesuai ketentuan UU Nomor 22 Tahun 2009.

Dikonfirmasi langsung oleh Kompol Bayu Pratama Gubunagi, Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro jaya, informasi terkait penghapusan nomor kendaraan bermotor tersebut memang benar, dan saat ini tengah dilakukan sosialisasi.

"Iya, itu benar (informasi penghapusan nomor kendaraan bermotor). Peraturannya sudah ada di undang-undang lalu lintas dan Perkab. Cuma penerapannya harus berkoordinasi dengan pembinaan Samsat," jelas Kompol Bayu saat dihubungi Liputan6.com, Senin (3/9/2018).

Lanjut Kompol Bayu, memang untuk pelaksanaan peraturan ini terkait banyak hal, seperti pajak progresif, pendataan kendaraan bermotor, dan masa sosialisasi yang saat ini sedang berlangsung.

"Pelaksanaan nanti menunggu hasil lebih lanjut dari pembina Samsat lainnya, karena seperti yang saya bilang jumlah kendaraan yang belum daftar ulang tidak sedikit," tandasnya.

Maka dengan demikian, Otolovers perlu untuk memperhatikan periode jatuh tempo perpanjangan STNK dan PKB, dan jangan mengabaikannya.

Sumber: Liputan6.com

STNK Bisa Diblokir

STNK Bisa Diblokir

Ibu Kota, Jakarta sebentar lagi akan menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcment (ETLE). Sistem ini akan diuji coba mulai bulan depan.

Melalu sistem ini, pelanggar lalu lintas bakal terekam di kamera pengintai alias CCTV dan di-capture. Lalu surat tilang bakal dikirim ke rumah pemilik kendaraan.

Selama masa uji coba, pengemudi kendaraan yang melanggar hanya bakal dikirimkan peringatan. Namun, jika sistem tilang elektronik ini sudah resmi diberlakukan, pihak kepolisian bakal menindak pelanggar dengan memblokir surat tanda nomor kendaraan (STNK).

"Soal pemblokiran STNK terkait pelanggaran maupun tindak pidana, apakah itu kecelakaan maupun tindak pidana kendaraan bermotor itu sudah diatur, boleh diblokir," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf di Blok M, Jakarta Selatan, seperti disitat dari news liputan6.com, ditulis Jumat (28/9/2018).

Terkait pemblokiran STNK jika tak membayar denda tilang dalam 14 hari, Kombes Yusuf menegaskan, sistem ETLE atau tilang CCTV ini sudah mempunyai payung hukum yang jelas, yakni Undang-Undang Lalu Lintas dan Undang-Undang ITE.

"Ini sudah ada payung hukumnya jadi di UU 22 LLAJ juga ada, di UU ITE juga ada, masalah pemblokiran STNK yang berkaitan dengan pelanggaran maupun tindak pidana, atau tindak pidana yang berkaitan dengan kendaraan bermotor itu sudah diatur, boleh diblokir," kata Kombes Yusuf.

Dengan adanya tilang elektronik (ETLE), Yusup berharap pengendara berhati-hati dan mengubah perilaku buruk saat berkendara. Karena semua aksi mereka di jalan akan direkam oleh kamera.

"Dengan adanya sistem (Tilang Elektronik) yang canggih dan bagus, kebiasaan-kebiasaan yang tidak bagus akan berubah sendiri karena ada sistem. Yang mengawasi mereka bukan manusia lagi, tapi sistem," pungkasnya.

Tertib saat berkendara tak akan memberikan kerugian. Bukan hanya karena takut ditilang, setiap pengendara harusnya tertib demi keselematan diri.

Sumber: Liputan6.com

Loading