Sukses

Belum Tamat, Suzuki Hayabusa Akan Punya Mesin Baru

Otosia.com Pada akhir 2018 lalu, Suzuki Global mengumumkan secara resmi bahwa mereka akan menghentikan produksi motor sport terbesarnya, Suzuki Hayabusa. Penyebabnya ialah mesin yang belum memenuhi standar emisi gas buang Euro 4.

Ternyata, hal ini bukan menjadi akhir bagi Suzuki Hayabusa. Pasalnya, mengutip dari Bennetts.co.uk, pabrikan asal Jepang itu sedang mempersiapkan mesin baru bagi sportbike tercepat di masanya tersebut.

Dari desain paten yang beredar, mesin baru Suzuki Hayabusa ini tampak memiliki tabung karbon. Komponen itu diprediksi berfugsi sebagai sistem kontol emisi yang menyerap hasil pembakaran sebelum keluar melalui knalpot.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/crn)

Pakai Sasis Lama

Pakai Sasis Lama

Komponen inilah yang diperlukan untuk memenuhi standar emisi Euro 5 dan tak terdapat pada Suzuki Hayabusa. Posisinya tepat berada di bawah mesin dan didinginkan oleh aliran udara.

Tak hanya itu, bak oli Suzuki Hayabusa juga didesain ulang untuk mencegah pelumas mesin tersebut tumpah dan menimbulkan polusi. Hanya saja, dapur pacu Suzuki Hayabusa itu tampaknya masih terpasang pada sasis lama.

Meski demikian, perubahan yang tak terlalu ekstrim ini justru memiliki kemungkinan besar untuk diproduksi massal. Artinya, Suzuki Hayabusa masih belum tamat dan akan dibangkitkan lagi.

Rilis Akhir 2020

Rilis Akhir 2020

Pada desain ini juga tampak bahwa konfigurasi mesin Suzuki Hayabusa masih sama dengan versi lamanya, 4-silinder inline liquid-cooled. Namun, kabarnya akan ada peningkatan kapasitas menjadi sekitar 1.440 cc, naik 100 cc.

Naiknya kubikasi Suzuki Hayabusa itu bertujuan untuk mengimbangi tenaga yang hilang akibat penyesuaian ke emisi Euro 5. Diprediksi, tak akan ada peningkatan performa yang signifikan pada hyperbike tersebut.

Sampai saat ini masih belum ada informasi resmi terkait desain paten tersebut. Kemungkinan, generasi terbaru Suzuki Hayabusa akan dipamerkan pada akhir 2020 sebelum dilepas untuk pasar otomotif global di awal 2021. Menarik untuk ditunggu.

Loading