Sukses

4 Syarat Ojol Diperbolehkan Angkut Penumpang Selama PSBB

Otosia.com Sejak Jumat (10/4) lalu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mulai diberlakukan. Aturan tersebut pun kemudian dirinci, termasuk pelarangan Ojek Online (Ojol) untuk mengangkut penumpang. Selama PSBB mereka hanya dibolehkan membawa barang atau makanan.

Melansir Liputan6.com, melihat kondisi selama PSBB, Kementerian Perhubungan akhirnya memperbolehkan ojol untuk mengangkut penumpang. Hanya saja harus memenuhi berbagai syarat.

“Untuk sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan seperti : dilakukan untuk aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB, melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut sebelum dan setelah selesai digunakan, menggunakan masker dan sarung tangan, dan tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit,” kata juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangan di laman dephub.go.id.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Untuk mendasari hal ini, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Peraturan tersebut ditetapkan pada 9 April 2020.

Adita menjelaskan, secara garis besar peraturan tersebut mengatur tiga hal yaitu pengendalian transportasi untuk seluruh wilayah, pengendalian transportasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai PSBB, dan pengendalian transportasi untuk kegiatan mudik tahun 2020.

Next

Bisa Dilakukan Penyesuaian

Permenhub tersebut berdasarkan kondisi nyata saat ini. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian. Apalagi pemerintah terus memantau dinamika yang terus berkembang.

“Peraturan tersebut berlaku untuk transportasi penumpang (kendaraan umum dan pribadi) serta transportasi barang/logistik, yang mengatur hal-hal yang harus dilakukan mulai pada saat persiapan perjalanan, selama perjalanan, dan saat sampai tujuan atau kedatangan,” ungkap Adita.

Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa aturan tersebut berlaku untuk semua yang bersinggungan dengan transportasi umum ataupun pribadi. Termasuk juga penumpang dan operator sarana prasaranan baik yang ada di darat, kereta api, laut, dan udara.

Loading