Sukses

Bebas Lewat Jalur Asimilasi COVID-19, Mantan Napi Curi Motor Lagi

Otosia.com Peristiwa pencurian belakangan semakin marak di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) baru saja terjadi di Luklinggau, Sumatera Selatan.

Dilansir dari Merdeka.com, pelaku bernama Romli Iskandar alias Romli (20), warga Jalan Pattimura, Kelurahan Muara Enim, Lubuklinggau Barat merupakan residivis kasus yang sama. Romli merupakan narapidana yang dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Lubulinggau melalui program asimiliasai COVID-19 pada 31 Maret 2020.

Kali ini Romli beraksi bersama rekannya, FR (DPO) ketika berkeliling kota Lubuklinggau, Sabtu (11/4/2020) dini hari. Saat berada di Jalan Panorama Pasar Inpres, Kelurahan Pasar Pemiri, Lubuklinggau Barat, pelaku melihat sepeda motor yang terparkir di depan sebuah ruko.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

Mereka pun beraksi menggunakan kunci T. Hanya butuh hitungan detik, pelaku berhasil membawa kabut sepeda motor korban. Hasil curian itu lantas disimpan di rumahnya, sebelum dijual ke penadah.

Polisi yang mendapatkan laporan lantas melakukan penyelidikan dan olah TKP. Menurut keterangan saksi, pelaku curanmor adalah Romli yang baru dibebaskan dari penjara.

Polisi langsung mendatangi rumah pelaku dan benar saja sepeda motor korban ada di sana. Pelaku yang sedang tidur pulas kaget atas kedatangan petugas dan tak bisa berkutik ketika digelandang ke kantor polisi.

Next

Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP Alex Andriyan mengungkapkan, tersangka mengakui terlibat dalam aksi curanmor bersama temannya. Tersangka sengaja keliling kota untuk beraksi karena tak ada uang sejak keluar penjara akhir bulan lalu.

"Tersangka ternyata mantan napi yang bebas dalam asimilasi, dia beraksi lagi dengan alasan ekonomi. Dia sudah merencanakan aksi kejahatan, sudah bawa kunci liter T dan sengaja mencari sasaran," ungkap Alex, Senin (13/4).

Dalam kasus ini, penyidik mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor jenis Supra X nomor polisi BG 6187 H. Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara dan rekannya masih diburu polisi.

"FR sudah dikeluarkan surat DPO, kami minta segera menyerahkan diri sebelum diberikan tindakan tegas, apalagi melawan atau kabur saat ditangkap nanti," pungkasnya.

Loading