Sukses

16 Negara Ini Belum Ada Kasus Corona (COVID-19), Begini Penjelasannya

Otosia.com Virus Corona (COVID-19) pertama kali ditemukan di Wuhan China. Tak butuh waktu lama untuk virus ini menyebar di daratan China, bahkan negara di sekitarnya.

Dilansir Liputan6.com, menurut data yang dikumpulkan Johns Hopkins University, ada lebih dari 1,9 juta orang yang terinfeksi virus tersebut. Sementara, jumlah kematian secara global di seluruh dunia kini sudah mencapai 125.000 jiwa.

Meski ada 470.000 orang di dunia yang sembuh dari COVID-19, namun angka kasus masih cukup besar dan terus bertambah setiap harinya.

Hanya dalam waktu sekitar 4 bulan, Aljazeera melaporkan paling tidak ada 185 negara yang terinfeksi virus Corona. Namun, di antara negara-negara di dunia, ternyata ada 16 negara yang hingga kini belum ada kasus Corona yang dilaporkan.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

16 Negara Tanpa Kasus Corona

Aljazeera melaporkan ada 16 negara yang hingga saat ini belum ada kasus virus Corona yang dilaporkan. Negara-negara tersebut yaitu:

- Comoros
- Kiribati 
- Lesotho
- Marshall Islands
- Micronesia
- Nauru
- Korea Utara
- Palau
- Samoa
- Sao Tome and Principe
- Solomon Islands
- Tajikistan
- Tonga
- Turkmenistan
- Tuvalu
- Vanuatu

Next

Alasan Belum Ada Kasus

Namun, the Diplomat melaporkan tidak adanya kasus Corona di beberapa negara seperti Solomon Islands, Vanuatu, Samoa, Kiribati, Micronesia, Tonga, the Marshall Islands Palau, Tuvalu, dan Nauru bukan berarti benar-benar tidak ada kasus sama sekali.

Pasalnya, dalam laporan khusus the Diplomat, ada kemungkinan pemerintah di negara-negara tersebut menyangkal adanya kasus Corona.

"Dalam laporan the Diplomat lainnya, lebih mudah untuk percaya kalau para pemerintah menyangkal kasus (virus Corona) dan mengambil beberapa langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona," tulis the Diplomat pada Jumat (3/4/20).

Next

Korut Isolasi Diri

Sementara, Korea Utara memang sudah mengisolasi diri dan mengambil tindakan-tindakan pencegahan lebih awal. Bahkan, tulis the Diplomat, ada sejumlah tindakan pencegahan lainnya yang dilakukan Korea Utara, antara lain menutup perbatasan dengan Cina pada bulan Januari 2020 serta menolak masuknya orang asing.

Hanya saja nol kasus di sana masih diragunkan. Para pengamat Korea Utara ragu jika negara itu tak ada satu kasus pun hingga sekarang.

Next

Tajikistan dan Turkmenistan

Sementara, para pengamat dan the Diplomat juga sangsi akan jumlah nol kasus di Turkmenistan dan Tajikistan. Setara dengan Korea Utara, Turkmenistan telah melakukan isolasi lebih dulu dibandingkan negara-negara lainnya.

Selain itu, lokasinya juga tidak begitu dekat dengan Cina. Selain itu, jumlah pelancong yang masuk ke negara ini juga tidak banyak. Sehingga masuk akal jika virus memang belum masuk ke negara ini.

Namun, ibu kota Turkmenistan, Ashgabat, menurut the Diplomat memiliki sistem kesehatan yang buruk. Sehingga, kota ini dinilai memiliki kapasitas yang kurang untuk melakukan test virus Corona.

Next

Utak-Atik Sistem Perbatasan Perjalanan

Sementara, Tajikistan memang sudah mengutak-atik berbagai sistem pembatasan perjalanan yang berorientasi eksternal. Artinya, mereka sudah mengantisipasi untuk meminimalkan jumlah traveler atau orang asing yang masuk ke negaranya. Sayangnya, Presiden Tajikistan, Rahmon, kerap kali muncul di pertemuan besar di mana ada begitu banyak tari-tarian tradisional dan anak-anak kecil yang menghadiri acara tersebut.

Namun sejak Maret lalu negara ini sudah umumkan pemblokiran orang asing dari 35 negara terkonfirmasi COVID-19.

Loading