Sukses

Formula E di Indonesia Tunggu Niat Pemerintah

Otosia.com Indonesia menjadi target Federation Internationale de l"Automobile (FIA) untuk menjadi bagian dari seri penyelenggaraan Formula E – Electric Street Racing Series. Hal ini karena Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat polusi asap kendaraan tertinggi di dunia.

Kabar tersebut disampaikan FIA kepada delegasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang dipimpin ketuanya Sadikin Aksa di markas FIA di Paris, Perancis, beberapa waktu lalu.

Meski sudah ada lampu hijau dari Federasi Otomotif Internasional, sejauh ini pemerintah Indonesia belum memberi respon. Sehingga peluang ini nampaknya belum bisa diwujudkan. Sebab persyaratan utama yang diminta FIA adalah kejelasan program pengurangan polusi dari Pemerintah Indonesia.

“Formula E itu yang utama adalah keinginan negara, bukan dari kami sebagai federasi. Karena kami sebagai federasi hanya meng-approach. FIA bilang, kamu (IMI) tidak bisa, harus negaranya. Negara Anda program Go Green-nya seperti apa? Jadi kalau Go Green Pemerintah Indonesia tidak masuk daftar dan tidak punya program Go Green, tidak dapat seri Formula E. Ini artinya harus ada impolvement dari pemerintah yang lebih besar,” kata Sadikin Aksa, Ketua PP IMI.

“Jadi yang pesan utamanya bukanlah balapannya, tapi message-nya adalah Go Green,” tambahnya.

Selain kejelasan program Go Green, pesryaratan lain adalah adanya sirkuit jalan raya yang sesuai standar FIA karena balapan Formula E mayoritas berlangsung di jalan raya. Soal ini Indonesia sebenarnya punya beberapa alternatif pilihan, salah satunya adalah kawasan BSD City, Tangerang.

Dimotori Bupati Tangerang Ahmed Zaki Isklandar, Indonesia sendiri pernah menggelar BSD Grand Prix di Sirkuit Jalan Raya BSD tahun lalu. “Tentunya sirkuit jalan raya juga punya persyaratan sendiri yang ketat, seperti infrastruktur dan safety-nya,” kata Ikin, sapaan akrab Sadikin Aksa.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/nz/tys)
Loading