Sukses

5 Komponen yang Paling Berisiko Rusak Saat Lewati Lubang di Jalan

Otosia.com Melewati jalan berlubang tentunya menjadi momen yang sangat tak menyenangkan. Kondisi seperti itu tentunya akan sangat mudah ditemukan di jalanan Indonesia.

Menghindari lubang di jalan bukanlah sebuah pekerjaan mudah, apalagi ketika berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan tol. Risiko mobil menjadi kehilangan kendali akibat menghindari lubang bisa saja terjadi.

Menghajar lubang di jalan tak hanya membuat perjalanan menjadi tak nyaman, namun juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen mobil. Adapun komponen tersebut seperti dilansir dari autoguru.com.au, Selasa (26/6/2018), antara lain.

1. Tie rod

Komponen yang berfungsi menghubungkan power steering dengan roda ini memiliki kemungkinan terbesar mengalami kerusakan. Benturan yang keras akibat melewati jalan berlubang akan membuat tie rod menjadi bengkok atau dalam kasus terparah patah. Jika sudah begini, mobil tidak akan bisa digerakkan alias membutuhkan derek.

2. Control arm

Ketika melewati lubang jalanan dengan kecepatan tinggi, risiko control arm menjadi bengkok dapat terjadi. Dampak dari kerusakan komponen ini adalah kemudi yang akan menarik ke satu sisi. Efek sampingnya pun bersifat domino, di mana ban juga akan menjadi cepat aus pada satu sisi.

3. Stabiliser bar link

Berfungsi menjaga kestabilan mobil saat menikung, komponen ini rentan mengalami kerusakan akibat menghajar jalanan berlubang. Kerusakan pada komponen ini dapat dengan mudah diketahui, yaitu munculnya suara seperti ketukan keras ketika melewati jalan tak rata atau polisi tidur.

4. Strut

Strut bagian depan merupakan komponen penting pada suspensi untuk meredam impak. Namun, komponen ini memiliki batas kemampuan dalam menahan impak. Apabila impaknya sangat besar, ada kemungkinan strut akan bengkok. Jika sudah begini, kerja suspensi akan sangat berkurang.

5. Ban dan velg

Sebagai komponen yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, ban berisiko mengalami kerusakan parah saat melewati jalan berlubang dalam kecepatan tinggi. Ban menjadi tak berbentuk bulat lagi hingga pecah dapat saja terjadi. Tak hanya itu, velg juga berpotensi mengalami kerusakan akibat menerima impak yang tak dapat diakomodasi oleh ban.

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/fid/tys)
Loading