Sukses

Jalanan Dipakai Minta Sumbangan, Bagaimana Hukumnya?

Otosia.com Seringkali pasti dijumpai di tempat-tempat tertentu seperti rumah ibadah, lokasi duka cita ataupun pembangunan fasilitas umum sejumlah orang seperti jalanan rusak yang kemudian menyodorkan kantong, tempat tertentu maupun kaleng untuk kemudian diisi sejumlah uang oleh sejumlah orang yang berkendara lalu lalang. Hal tersebut sendiri sudah cukup lumrah terjadi di Indonesia.

Malah di daerah-daerah tertentu justru ada sejumlah ruas jalan yang memang dikhususkan oleh warga setempat untuk meminta sumbangan dan hanya dijaga oleh petugas polisi tanpa ada tindakan khusus. Mungkin Otolover sekalian bertanya-tanya, apakah hal tersebut diperbolehkan sekalipun terkadang harus berurusan dengan lalu lintas dan tak jarang bersinggungan dengan kendaraan?

Secara kasat mata, keberadaan peminta sumbangan nyaris sama dengan pedagang asongan yang juga kadang menggunakan jalan. Halaman referensi hukum yakni Hukum Online mencoba untuk menunjukkan jawabannya berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Hukum online menyatakan secara singkat ada dua inti dari peraturan tersebut.

Yang pertama: "meminta sumbangan harus dengan izin Pejabat yang berwenang. Namun, meminta sumbangan untuk pembangunan masjid, yakni untuk amal peribadatan yang dilakukan khusus di tempat-tempat ibadat, merupakan pengumpulan sumbangan yang dibolehkan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan dan tidak memerlukan izin penyelenggaraan."

Dan yang kedua: "Di daerah-daerah tertentu meminta sumbangan merupakan hal yang dilarang. Sebagai contoh di Jakarta, meminta sumbangan seperti ini merupakan perbuatan yang dilarang. Hal ini diatur dalam Peraturan Daerah Propinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yaitu pemerintah daerah Jakarta melarang setiap orang atau badan dilarang meminta bantuan atau sumbangan yang dilakukan sendiri-sendiri dan/atau bersama-sama di jalan, pasar, kendaraan umum, lingkungan pemukiman, rumah sakit, sekolah dan kantor."

Bisa dibilang, permintaan sumbangan masih diperbolehkan apabila dilakukan di tempat yang tidak berpotensi mengganggu lalu lintas dan kepentingan umum sesuai dengan PP29/1980. Namun bisa sudah mulai menyentuh ranah umum, hukumannya bisa berupa kurungan badan selama 10 hari maksimal 60 hari dan rentang denda mulai Rp 100 ribu hingga Rp 60 juta. Lebih jelas dan detail lagi bisa disimak di link Hukum Online berikut ini.

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/fjr)
Loading