Sukses

7 Deretan Honda CB "Korban" Kustom Cafe Racer

Otosia.com Pabrikan motor Honda menjadi salah satu produsen kendaraan roda dua yang berhasil melahirkan sederet motor-motor legenda dunia. Siapa biker dunia yang tidak mengetahui tenarnya nama Honda CB series.

Keberadaan Honda CB sendiri masih terus eksis hingga dewasa ini. Hadir dengan kemasan yang klasik saat itu hingga kini bertransformasi dalam bentuk sportbike lainnya.

Menjadi "bulan-bulanan" para builder dunia, menjadikannya memiliki nilai yang lebih dalam hal popularitas. Bicara soal aliran kustom old school, tongkrongan berpenampilan klasik racer atau sering disebut sebagai cafe racer - motor-motor klasik Honda bisa dikatakan menduduki tahta tertinggi.

Konfigurasi mesinnya yang penuh estetika dibalut dengan body yang sederhana membuatnya banyak dijadikan "korban" face-off menjadi sosok cafe racer. Berikut adalah 7 deretan Honda CB dalam wajah barunya.

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini
 (kpl/abe)

Honda CB350 1969

Honda CB350 1969

Modifikasi cafe racer telah mewabah di seluruh belahan negara di dunia, kesan ringkas berpadu apik dengan "tongkrongan" bergaya racing-look klasik. Seperti pada ubahan Honda CB350 lansiran 1969 ini.

Honda CB350 1969 Cafe Racer

Moge klasik ini milik seorang biker asal luar negeri yang sering disebut Ducatiboy. Berawal dari hobinya "memburu" motor klasik membuat pemilik sekaligus arsitek modifikator CB350 ini merubah tampilannya secara drastis.

Honda CB350 1969 Cafe Racer

Proses pengerjaan pertama adalah membuat mesin bongsornya lebih "sehat" dan berpenampilan lebih fresh. Langkah setup ulang pun segera ia kerjakan kemudian lanjut ke bagian body mesin - dengan memberikannya sentuhan warna cat hitam-gold dan polesan krom baru.

Honda CB350 1969 Cafe Racer

Selanjutnya sektor kaki-kaki juga dirombak, roda depan berukuran 2,15x18inci dengan teromol depan mengadopsi part dari Harley-Davidson sedangkan untuk velg-nya sendiri diambil dari part custom. Sektor belakangnya menggunakan ukuran 3,5x18inci mempertahankan teromol asli Honda, velg custom serta jeruji beraksen krom.

Modif Cafe Racer

Menuju piranti rem, CB350 Cafe racer ini mengadopsi satu set part dari Ducati 848 di antaranya kaliper, master silinder, piringan cakram dari Brembo bahkan fork upside-down Showa dan triple clamps-nya juga. Stang setirnya hasil custom sendiri karena harus menyesuaikan dengan rendahnya posisi triple clamps Ducati ini.

Brembo

Beralih ke sektor bodywork, CB ini menggunakan tangki dan jok satu set dari Benjies cafe Racer. Sedangkan untuk satu set perangkat buritannya mengadopsi part dari Loaded Gun. Tak lupa piranti speedometer bergaya klasik dengan model bulat terpasang rapi.

Modif Cafe Racer

Speedometer klasik

Honda CB550

Honda CB550

Honda CB klasik bermesin bongsor memang selalu pas dan identik dengan aliran modifikasi yang satu ini, cafe racer. Tak ubahnya yang terjadi pada Honda CB550 dengan tampilan detail yang mempesona.

Honda CB550

Rumah modifikasi motor Cognito Moto ini berhasil memberikan karakter baru pada tampilan CB550 yang sebelumnya terlihat usang. Gaya cafe racer menjadi nafas perubahannya.

Seperti pada umumnya sang modifikator langsung menanggalkan semua "baju" aslinya dan memulai semua proses pengerjaan. Mulai dari pemotongan dan mereposisi subframe untuk membentuk detail tangki yang senada jok single ala cafe racer.

Modif Cafe Racer

Dari sektor depan, kaki depan menggunakan fork modern dengan sistem up-side down milik Suzuki GSX-R lengkap dengan perangkat remnya. Untuk rodanya sendiri terdiri dari velg Harley-Davidson berbalut ban modern (racing-look). Serta membuat segitiga (triple clamp) penyangga dengan kesan terlihat besar.

Modif Cafe Racer

Beralih ke bodywork, tangki mempercayakan bentuk klasik dari Honda CB500T namun tetap dengan beberapa custom untuk menyinergikan dengan desain jok custom. Emblem "Honda" dipertahanankan serta semburan cat hitam berpadu merah menjadikannya tetap terlihat klasik.

Modif Cafe Racer

Sektor mesin hanya mengalami proses pemolesan dan pengecatan ulang (hitam untuk sirip blok mesin). Sedang untuk sistem knalpotnya menganut model sederhana dengan akhir silincer tunggal custom.

Terakhir sektor belakang, untuk suspensi belakang cafe racer ini menggunakan part baru dengan ukuran 14inci. Sedang untuk swing arm masih mempertahankan aslinya dengan hanya sedikit perubahan. Velg pun mengadopsi bawaan HD berdiameter 17inci dengan balutan ban bermotif modern.

Modif Cafe Racer

Aksesori yang menempel merupakan perangkat dari Tarrozzi mulai dari stang setir set hingga pedal dan footpeg/footstep. Semua pengerjaan cat mulai dari rangka, teromol dan velg menggunakan sistem powder coating (cat powder/bubuk).

Modif Cafe Racer

Honda CB550 1980-an

Honda CB550 1980-an

Apa yang Anda akan lakukan jika mempunyai moge klasik sekelas sang fenomenal - Honda CB550? Pasti kebanyakan dari brosis sekalian akan "memolesnya" agar terlihat lebih klasik dan gagah lagi bukan?

Hal itu pula yang dilakukan oleh Eastern Spirit Garage yang sudah kedua kalinya "memoles" tampilan Honda CB550 lansiran 1980-an menjadi berwujud cafe racer.

Rapi, sederhana namun tampil elegan - itulah kesan yag menjadi dasar proyek aliran kustom paling menggemparkan jagat modifikasi motor ini - cafe racer.

Langkah pertama, Spirit memangkas dan merampingkan sektor tulang-tulangnya (baca: rangka/sasis) tentunya dengan beberapa kustom manual untuk "memasangkan" single-jok dan bodi "buntut-tawon" dengan serasi. Tangki tetap mempertahankan part bawaan asli CB.

Satu yang khas, batok kepala (baca: headlamp) terlihat sangat klasik dengan desain bulat agak lonjong atau memanjang. Untuk part satu ini Spirit mempercayakan pada hasil kustom pabrikasi dari Polish WSK. Lanjut ke bawah, clip-ons atau sebut saja stang setir juga hasil kustom dari sang builder - Eastern Spirit.

Kaki-kaki, suspensi depan bawaan motor yang terlalu panjang terpaksa harus "diamputasi" untuk menyesuaikan dengan ukuran swingarm hasil dari part aftermarket. Untuk memperkuat aksen klasik, seperti yang banyak dilakukan builder dunia - satu langkah jitu yakni membekalinya dengan ban gambot bermotif "jadul". Untuk ban - Spirit mempercayakan pada produk dari Avon.

Masih berkutat di sektor roda depan, rem cakram yang bawaan pabrikan hanya ada satu piringan saja - kini ditambahkan satu lagi piringan dengan dimensi yang sama. Kesan double-disc brake ini secara langsung menguatkan tema cafe racer yang mencerminkan "tongkrongan" motor balap kala itu.

Sektor mesin juga tidak lepas dari proses peremajaan; piston set, kampas kopling set, gir rantai keteng (kamrat) set hingga polish (baca: poles) silinder kop/head dan intake manifold dilakoni Eastern Spirit. Karburator dan sistem knalpot menjadi fokus performa selanjutnya.

Terakhir, sentuhan pamungkas adalah proses pengecatan. Cafe racer garang nan elegan ini menebar pesonanya dengan balutan warna hitam glossy yang mendapat "garnish" manis dari pinstripes. Aura elegan terpancar dari emblem sayap Honda "HM" yang berbalut aksen emas.

Bagaimana brosis, bagus bukan cafe racer hasil karya Spirit Eastern Garage ini? Semoga dapat menginspirasi kalian. Salam "La viva custom bike".

Honda CB750 1969

Honda CB750 1969

ElGato, itulah nama untuk tunggangan Honda CB750 klasik lansiran 1969 ini setelah dimodifikasi menjadi sosok cafe racer yang menawan. Milik seorang yang bertempat tinggal di pulau kecil bernama Cyprus.

Honda CB750 Standar 1969

Keinginannya pada modifikasi klasik dia wujudkan pada salah satu moge klasik Honda yang dia beli seharga 500 Euro yang setara dengan Rp 7 jutaan. Motor klasik (beberapa brand) di luar negeri memang memiliki harga relatif terjangkau, lain halnya di Indonesia yang justru menjadi harta karun.

Honda CB750 1969 Cafe racer

Aliran cafe racer-lah yang menjadi pilihan sosok biker yang bernama Alexandro Hadjicostas. Dengan biaya sekitar 2000 Euro yang setara Rp 28 jutaan, dia berhasil menjadikan tampilan standar CB750 miliknya menjadi lebih keren namun tetap bergaya klasik sporty.

Honda CB750 1969 Cafe racer

Pada awal dia membeli CB-nya ini, banyak part yang hilang dan tak layak pakai. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari part custom sebagai penggantinya dan harus membelinya secara online hampir di 10 negara berbeda.

Honda CB750 1969 Cafe racer

Beberapa part tersebut antara lain ban Firestone Champion Deluxe, grip merk Brooks, Motolana headlight bracket dan cover mesin serta lampu dan speedometer dari Nostalgia Speed & Cycles.

Honda CB750 1969 Cafe racer

Honda CB750 1969 Cafe racer

Honda CB750 1979

Honda CB750 1979

Tidak akan ada habisnya jika membahas salah satu aliran modifikasi motor klasik level dunia ini, Cafe racer. Tak ubahnya dengan ubahan Honda CB bermesin 750cc ini.

Builder asal California, Amerika ini merupakan salah satu jagonya modif moge-moge klasik yang terkenal di dunia. Memiliki bengkel modif yang dinamakan Kott Motorcycles, dia telah banyak menjadikan mimpi pecinta modif jadi kenyataan.

Honda CB750 1979

Honda CB750 DOHC lansiran tahun 1979 yang diberi nama "The Valentino" ini berhasil diubahnya tampilan usang menjadi lebih fresh bergaya Cafe racer. Untuk mencapai performa yang lebih "segar", Kott mulai men-setting dan membangun ulang mesin terlebih sistem transmisinya.

Modif Cafe Racer

Untuk filter dia menggunakan part dari K&N dan memodifikasi karburatornya sehingga sesuai dengan ubahan mesin dan sasis yang dilakukannya. Guna mengekspos body mesin bongsor CB ini, dia mengecat ulang dengan sistem powder-coating berwarna hitam di sekujur mesin dan rangkanya.

Modif Cafe Racer - Mesin CB750 1979

Selanjutnya untuk menempatkan desain jok yang lebih vintage, pemotongan subframe dilakukannya. Untuk bodywork joknya sendiri merupakan custom bikinan Kott, termasuk spakbor belakang mungil yang segaris dengan jok.

Modif Cafe Racer

Sektor tangki juga tergantikan dengan part custom untuk mensinergikan garis lurus pada bodywork secara keseluruhan. Segitiga penyangga fork depan juga di-custom lebih terekspos dengan mendesainnya lebih besar dan tebal.

Modif Cafe Racer

Seperangkat suspensi dari Custom Works semakin memberikan kenyamanan pada moge klasik ini. Menggunakan satu set part belakang baru tidak menjadikan kesan klasiknya hilang, justru penggunaan part baru harus bisa disinergikan dengan gaya Cafe racer ini.

Modif Cafe Racer

Honda CB500T 1976

Honda CB500T 1976

Seorang biker bernama Sam Maksimovsky dari daratan Rusia ini nampaknya juga tergila-gila dengan aliran modifikasi klasik ala Cafe racer. Perubahan ini nampak pada tunggangannya yang berbasis Honda CB500T tahun 1976.

Honda CB500T 1976

Selama masa pengerjaan yang memakan waktu hampir sebelas bulan, Sam mempercayakan tongkrongan klasik CB500T-nya kepada bengkel modifikasi yang bernama 36 Customs.

Modif Honda CB500T 1976 ala Cafe Racer

Pengerjaan pertama yakni menyasar pada sektor kerangka di mana untuk membuat posisi riding khas Cafe racer, sang bengkel harus memotong dan mereposisi ulang sehingga lebih ringkas dan ringan.

Kemudian, membuatkan jok single, custom buritan yang juga sering disebut ducktail khas aliran modif Cafe racer.

Modif Honda CB500T 1976 ala Cafe Racer

Langkah selanjutnya yakni mempercantik sektor mesin bongsor CB500T, dengan memberikan sentuhan polesan dan cat mampu memberikan efek dramatis pada motor tua ini. Untuk sistem knalpot menggunakan custom berdesain sederhana syarat dengan sudut silincer yang agak mendongak ke atas.

Modif Honda CB500T 1976 ala Cafe Racer

Untuk sektor kaki-kaki juga tidak lepas dari perhatian perombakan, dengan menggunakan velg dan ban tapak lebar juga menjadi ciri khasnya. Selanjutnya finishing touch alias cat, si Cafe racer CB500T ini mendapat "semburan" warna putih dengan grafis melintang warna hitam (tebal) dan merah (tipis) berpadu apik dengan aksen krom.

Modif Honda CB500T 1976 ala Cafe Racer

Honda CB550

Honda CB550

Surga bagi para builder motor kustom "bernafaskan" retro klasik, dia adalah keluaran pabrikan roda dua Honda - CB550. Di tangan Jaybirds, dia berubah menjadi sosok cafe racer yang mendunia.

Setidaknya butuh 5 tahun Jay mengumpulkan "serpihan cerita" hingga akhirnya cafe racer ini pun terangkai "apik".

Sektor mesin yang dipoles ulang dengan mempertahankan keaslian warna mesin serta simpel dan bersih menjadi acuan kustomnya kali ini. Selain itu sektor fender depan juga dirampingkan serta menambahkan beberapa lubang "coakan" kecil untuk menampilkan karakter uniknya.

Lanjut ke bagian tangki, desain tetap mempertahankan bentuk aslinya hanya saja Jay melaburnya ulang dengan warna celeste (biru muda kehijauan) yang terpadu "apik" dengan strip putih sederhana. Tidak hanya tangki saja, warna senada juga ia laburkan di cover accu (samping) serta di sektor "buntut tawonnya".

Lapisan jok berwarna hitam memberikan efek kontras, yang juga senada dengan warna kedua velgnya. Untuk sektor headlamp (bulat) sengaja dia aksen dengan balutan krom untuk terkesan tetap klasik dan elegan.

Untuk rangkanya sendiri, sedikit perubahan pada swingarm. "Buntut tawon" Jay kustom sendiri dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Part kelistrikan tetap dia pertahankan dengan membenahi semua instalasi kabel-kabelnya sehingga terlihat tertata rapi.

Bagaimana Bro, cukup mudah dan menginspirasi bukan? Salam "La Viva Custom Bike".

 

Loading