Sukses

Mobdin Pemerintahan Tidak Masuk Sistem Ganjil Genap

Otosia.com Sistem ganjil genap yang diharapkan akan mengurangi kemacetan di Jakarta masih dibahas lebih jauh. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat di Balaikota Jakarta menyebut bahwa ada pertimbangan jika mobil dinas pemerintahan tidak terkena aturan ini.

"Mobil dinas pejabat bebas dari sistem ini. Tapi nanti akan dibahas lebih lanjut dan lebih detail," ungkap Jokowi.

Aturan ini disebut akan berlaku mulai tahun depan. Namun belum ada informasi lebih lanjut dengan sistem kerjanya. Peraturan ini sendiri selain dicanangkan tidak berlaku bagi mobil dinas, juga akan tidak berlaku bagi angkutan umum, taksi, transjakarta, hingga mikorbus seperti metromini dan kopaja, juga alat transportasi massal lain.

Pada praktiknya nanti, regulator dalam hal ini pengawas sistem tidak hanya mengandalkan kejelian mata untuk melihat pelat nomor kendaraan. Kelak akan ada semacam alat pengenal yang dipasangkan di tiap-tiap kendaraan pribadi yang melintas.

Sistem ini sendiri sudah pernah diuji coba di beberapa negara, antara lain Athena (1982), Santiago, Chili (1986 dan diperpanjang 2001), Mexico City (1989), Sao Paulo (1997), Bogota, Colombia (1998), La Paz, Bolivia (2003) dan San José, Kosta Rika.

Pada intinya sistem ini merupakan strategi manajemen yang ditujukan untuk mengurangi aspek negatif (macet hingga polusi) yang dihasilkan. Karena padanya kendaraan di perkotaan nyaris melebihi kapasitas jalan.

Sistemnya dengan pembatasan akses ke wilayah perkotaan, pusat niaga dalam kota, atau kabupaten berdasarkan digit terakhir dari pelat nomor selama periode tertentu. Dimana yang biasanya adalah pada jam sibuk.

Sao Paulo pada catatan terakhir tahun 2007 terdapat 6 juta mobil. Sistem pembatasan perjalanan ini lantas juga dipakai untuk mengukur pengurangan polusi udara. Dan setelah itu dibuat permanen pada tahun 1997 untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

Di Kosta Rika, penerapan sistem ini juga untuk mengurangi konsumsi minyak karena dampak tingginya impor BBM terhadap perekonomian negara.

Sistem serupa juga dinilai sukses di Beijing, China, ketika mereka mengadakan olimpiade. Pada tanggal 20 Juli 2008, Beijing menerapkan pembatasan atau penjatahan ini sementara berdasarkan pelat nomor yang kemudian secara signifikan meningkatkan kualitas udara di kota itu selama Olimpiade 2008.

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/why/vin)
Loading