Sukses

Uang muka 30 persen bisa turunkan penjualan motor

Otosia.com Otosia.com - Rencana pembatasan uang muka atau down payment, kepemilikan motor dan mobil minimal 30 persen akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Uang muka 30 persen akan memberatkan masyarakat disaat ada kebijkan pengurangan subsidi BBM yang akan menggerus daya beli masyarakat.

"Ini akan penurunan penjualan yang signifikan, yang punya perusahaan pembiayaan akan mengkhawatirkan penjualan mereka," ungkap Ekonom Purbaya Yudhi Sadhewa ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Sabtu (9/3).

Dia menyarankan kepada Bank Sentral dan pemerintah agar kebijakan tersebut didiskusikan karena ada untuk menjaga gelembung (bubble) kredit sektor otomotif. "Perusahaan pembiayaan perkreditan juga harus diajak bicara dalam memutuskan ini, dengan catatan tidak adanya intervensi dari pihak manapun," katanya.

Salah satu yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan menggunakan faktor pendapatan, karena pembatasan uang muka 30 persen akan memperlambat ekonomi. "Untuk menjaga bubble kredit bisa lebih mensyaratkan pada latar belakang pembeli," ujarnya. Kebijakan ini akan membuat perbankan goyah.

Bank Indonesia selaku bank sentral menilai, idealnya pembayaran awal atau down payment (DP) untuk kendaraan bermotor adalah sebesar 30 persen. BI melihat, saat ini uang muka dari berbagai bank untuk pembelian sepeda motor masih beragam antara 20-30 persen dengan rata-rata di kisaran 20 persen. (mdk/idr/arr)

(mdk/arr)

Video Terpopuler yang Wajib Kamu Tonton
Loading