Sukses

Merek Mobil Murah Harus Bercitra Nusantara

Kapanlagi.com - Program Low Cost dan Green Car (LCGC) yang dicetuskan oleh Pemerintah beberapa waktu lalu, direspon dengan sangat positif oleh para produsen otomotif di Tanah Air. Banyak pemain ATPM yang ingin "bermain" di mobil segmen ini, dengan investasi senilai triliunan rupiah.

Otosia.com Untuk itu, Pemerintah menindaklanjuti hal tersebut salah satunya dengan memberikan persyaratan bagi setiap merek yang ikut dalam program Low Cost and Green Car (LCGC), bahwa mobil murah dan ramah lingkungan tersebut haruslah menggunakan nama Indonesia.

"Kami maunya nama produk itu bercitra nusantara. Seperti Toyota "Kijang", misalnya. Nama "Macan" saja sudah digunakan Porsche, kita harus melestarikan nama nasional," tegas Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian di Bandung, Sabtu (17/03).

Walau belum bisa memastikan, tapi Budi mengindikasikan bahwa penggunaan nama bercitra nusantara tersebut bakal menjadi syarat wajib bagi para produsen yang ikut program LCGC.

Selain nama Indonesia, beberapa kriteria teknis harus dipenuhi oleh mobil-mobil LCGC, di antaranya konsumsi bahan bakar 22 kpl, tingkat kandungan lokal 80 persen (bertahap), hingga penentuan harga jual di bawah Rp. 90 juta per unit.

"Regulasi terbagi menjadi tiga bagian. Pertama terkait investasi, pendirian pabrik. Kedua, regulasi, keringanan impor komponen yang belum diproduksi di sini (Indonesia) dan terakhir (ketiga) paket insentif fiskal untuk produk LCGC supaya murah harga mobilnya," papar Budi.

Diharapkan nantinya regulasi LCGC bisa terbit sebelum Oktober 2012. Karena pada bulan kesepuluh itu Daihatsu berencana meluncurkan mobil murah pertama di Indonesia, yang diciptakan dari platform A Concept dan pernah dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011. (kpl/bun)

Video Paling Viral saat Ini
Loading