Sukses

Kisah 3 Makhluk Melayang di Tempat Parkir Luas

Otosia.com Parkiran adalah lahan terbuka untuk menempatkan kendaraan. Area ini bisa saja cukup luas apalagi jika diperuntukkan bagi para penghuni seperti sebuah kompleks besar indekos.

Karena luas pula, apa saja bisa tersimpan atau berada di bawahnya. Seperti yang juga baru diketahui seorang yang sebut saja bernama Sari.

Perempuan keturunan Sunda-Betawi ini punya kisah dramatis dari sekian kisah yang dia alami yang berkaitan dengan tidur sendiri, khususnya ketika dia tinggal di indekos.

Suatu kali di pertengahan tahun 2012-2013, dia sedang tinggal indekos di bilangan Jakarta Selatan, tepatnya tidak jauh dari wilayah Buncit dan Pasar Minggu. 

 

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/nzr)

Next

Di indekos dengan sistem perparkiran yang tertib dan cukup luas tersebut, ia menempati sebuah kamar bersama temannya di sebuah area pojok. Sari memang menetapkan bahwa ia harus selalu berdua saat indekos.

Pada suatu pagi ketika temannya hendak pergi bekerja, ia terbiasa ikut terbangun lalu beraktivitas sebentar sampai kemudian tertidur lagi seusai temannya pergi.

Di sinilah sebuah peristiwa terjadi. Ia terlelap begitu saja sekitar pukul 09.30, dan dalam kondisi setengah sadar, ia sedang melayang di atas tubuhnya sendiri.

Karena panik, ia berusaha memosisikan dirinya yang sedang melayang untuk menyejajarkan posisi dengan tubuhnya yang tertinggal di atas tempat tidur. Usaha berulang-ulang ini gagal.

Next

Dari awalnya mencoba tenang, lama kelamaan ia panik. Sari mengaku putus asa karena usaha menyejajarkan tubuh itu tidak kunjung berhasil. Ia pun menangis sejadi-jadinya.

"Wah, duh, berarti saya mati. Selesai sudah. Yah ampun akhirnya saya mati, saya meninggal dunia," begitu kira-kira ulangnya saat mengingat kejadian itu.

Usaha yang dirasakan terjadi selama berjam-jam tersebut berujung pada datangnya tiga sosok yang sama-sama melayang secara tiba-tiba.

Sari bertambah panik dengan kehadiran ketiga sosok tersebut. Seingat dia, tidak satu pun bentuk wajah dari ketiga sosok melayang itu bisa dikenali.

Next

Namun entah bagaimana Sari tergerak untuk bertanya, apakah ini berarti dia sudah mati dan meninggalkan dunia?

"Waktu saya tanya, mereka tidak menjawab. Namun saya dengar salah satu sosok berbicara ke sosok yang lain dan bilang, "Yang ini belum waktunya"," ulang Sari.

Tiga sosok melayang itu lama-lama pergi. Lalu tidak lama, ada satu sosok lagi muncul dan Sari mengenali wajahnya. Ayahnya. Ayahnya memang sudah meninggal dunia.

Mendapati sosok sang ayah turut melayang di depannya, ia dengan spontan mengambil dan mencium tangan sosok yang ia lihat berjubah itu.

Next

Tidak lama, di indekos depan parkiran luas tersebut, ia coba kembali menghampiri tubuhnya di tempat tidur. Ternyata, kali ini ia berhasil.

Sari basah kuyup dan punggungnya terasa panas bukan main. Istigfar demi istigfar diucapkan. Lalu ia tersadar bahwa ia sudah di atas tempat tidur selama sekitar 2-3 jam.

Next

Bukan pertama kali

Menurut pengakuannya, ini bukan kali pertama baginya mengalami hal-hal aneh yang membuatnaya shock. Mulai dari kisah di tempat indekos lain, yang saat itu jendela kamar lantai dua diketok dari luar--yang artinya ada yang mengetuk dalam kondisi melayang.

Begitu pula bertemu dengan temannya yang sedang bersimpuh sambil sisiran menghadap kaca secara samar, tetapi temannya yang sebenarnya sebetulnya sama sekali tidak sedang berada di tempat indekosnya tersebut.

Kembali ke tempat indekos di parkiran luas, Sari yang kemudian beraktivitas kembali di hari tersebut tidak sengaja menemukan gundukan dengan batu-batu di pojok parkiran. 

Next

Ah, sial. Kenapa teman indekosnya tidak pernah bilang bahwa selama ini mereka tinggal persis di samping kuburan. Saat ditanyakan mengenai hal itu, temannya mengaku bahwa kalau dia bilang maka Sari akan enggan tinggal bersamanya.

Dalam menghadapi peristiwa-peristiwa semacam ini, Sari pada akhirnya memilih istigfar dan setidaknya membaca surat-surat pendek, semisal An-Nas.

Surat An-Nas memang mengandung doa agar Allah menghindarkan diri kita dari bisikan, waswasil, yang tersembunyi dari jin maupun manusia jahat.

Sebab bagaimanapun jin terus menggoda manusia, membuatnya takut padahal seharusnya manusia hanya takut terhadap Allah. Namun Allah menjanjikan bagi mereka yang beriman akan mudah menghadapi godaan jin dan syaitan.

 

Next

Loading