Sukses

Viral Santri Bersarung Gagalkan Curanmor, Nekat Loncat dan Terjang Pukuli Si Pelaku

Otosia.com Baru-baru ini 4 orang santri bersarung tengah viral di media sosial. Pasalnya mereka berhasil menggagalkan aksi pencurian motor di parkiran sebuah minimarket.

Video yang memerlihatkan aksi heroik mereka diunggah oleh akun Instagram @memomedsos pada Rabu (26/1/2022). Diketahui kejadian viral ini terjadi di minimarket di Jalan Raya Pasar Nongkojajar, Mesagi, Wonosari, Tutur, Pasuruan, Jawa Timur pada Selasa (25/01/2022).

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Terjang Pelaku

Dari rekaman CCTV yang diunggah, awalnya terlihat seorang pria berjaket hitam yang diduga pencuri hendak membawa kabur motor matik. Saat pelaku berusaha menyalakan motor datang dua remaja yang merupakan santri mengadangnya.

Seorang santri langsung memegang bagian belakang motor dan temannya memegangi tangan si pelaku. Dari arah belakang ada santri lainnya yang langsung berlari dan loncat ke atas motor. Tanpa basa-basi lagi ia langsung memukuli pelaku.

Kemudian santri lainnya yang masih di belakang langsung ikut membantu. Berkat aksi keempatnya motor berhasil diselamatkan, namun pelaku kabur. Ada dua santri yang berlari mencoba mengejarnya.

Komentar Netizen

Video yang telah ditonton lebih dari 57 ribu kali ini mendapatkan beragam komentar netizen. Banyak dari mereka yang salut dengan aksi santri bersarung tadi.

"Yg loncat ke motor, respect for you wkwk," tulis @andikwahyu.r

"Salfok yg lompat masyaAllah bangga sekali liatnya," jelas @berlutf

"Savage banget yg lompat ke motor.. ," komentar @hannys_white

"Salut bgt sama santri yang melompat bebas itu, mantapp," tulis @ilhamillah_

"Yang loncat the realhero," jelas @yenifransiscus

Next

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by memomedsos (@memomedsos)

 

 

Next

Viral Emak-emak Ganggu Jumpa Pers Polisi Kasus Curanmor, Ngamuk ke Pencuri Motornya

Emak-emak ganggu jumpa pers polisi (Instagram/@memomedsos)

Sebelumnya kasus pencurian motor juga sempat membuat emak-emak murka. Bahkan ia nekat mengamuk saat polisi melakukan jumpa pers terkait kasus tersebut.

Video yang memerlihatkan kejadian tak terduga ini diunggah oleh akun Instagram @memomedsos pada Jumat (24/12/2021). Diketahui insiden ini terjadi di Luwu Timur. Sulawesi Selatan.

Next

Diketahui bahwa emak-emak tersebut merupakan korban pencurian motor. Pelaku pencurian pun sudah ditangkap polisi, karena hal itulah ia tak bisa menahan emosinya.

"Seorang ibu yang jadi korban pencurian motor mengamuk ke tersangka pelaku pencurian di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Dia berusaha mendekati tersangka lalu melepaskan tendangan tapi dihalau polisi.," tulis akun tersebut.

Next

Di video yang diunggah terlihat ada emak-emak yang mendekati pelaku pencurian motor. Padahal kala itu polisi tengah melakukan jumpa pers terkait kasus curanmor.

Melihat ada emak-emak yang datang, polisi pun langsung menghalanginya. Bahkan ia sempat memukul dan menendang salah satu pelaku, beruntung ada seorang polisi yang mencegahnya.

"Hei mana motorku," tanya emak-emak ke pencuri.

"Nanti dicarikan," kata polisi menenangkan.

Tak sampai di situ saja, emak-emak tadi juga mengambil barang bukti yang ada di atas meja. Barang bukti tersebut berniat ia lempar ke arah pelaku.

Beruntung tindakan itu langsung dicegah polisi. Mereka dengan sigap mengajak emak-emak tadi untuk meninggalkan tempat jumpa pers.

Next

Video yang telah ditonton lebih dari 36 ribu kali ini mendapatkan beragam komentar netizen. Banyak dari mereka yang malah menyarankan agar polisi tak menghalangi emak-emak mengamuk.

"Sampe polisinya yg minta maap ???? Semoga dpt rejeki lebih sebagai pengganti musibahnya ya bu," tulis @valen.haliwela

"jgn pisahin dunk, biar ibu²nya puas melampiaskan kemarahannya," jelas @siahaan1307

"Gada gitu niatan pemerintah buat uu untuk adanya “waktu bebas” untuk korban menghantam pelaku xixixi(?)," komentar @its.kibz

"Emak emak emang paling jujur kalau soal mengekspresikan distrust..," tulis @romiswa

"Makanya jangan berurusan sama Emak², petir aja gak berani nyambar," jelas @lita_imbransyah

Loading