Sukses

Permintaan Kredit Melonjak, Adira Finance Turut Nikmati Buah Manis Diskon PPnBM

Otosia.com Kementerian Perindustrian RI mencatat kinerja penjualan mobil yang terdampak insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) tahun lalu pada periode Maret-Desember 2021 sebanyak 519 ribu unit atau meningkat sebesar 113% (275 ribu unit) dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terjadi peningkatan penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke diler) maupun ritel (diler ke konsumen) pada 2021.

Pertumbuhannya mencapai 66,6% (yoy) untuk penjualan wholesales dan 49,2% (yoy) untuk ritel. Jumlah penjualan mobil (wholesales) sepanjang 2021 tercatat mencapai 887.200 unit dan penjualan mobil (ritel) mencapai 863.359 unit.

Insentif PPnBM sejatinya tidak hanya memberi benefit kepada industri otomotif, masyarakat dan pemerintah, lembaga pembiayaan kendaraan juga dinilai merasakan manisnya. Ini yang dirasakan Lembaga pembiayaan otomotif Adira Finance.

Menurut Harry Latif, Direktur Portofolio Adira Finance, kenaikan penjualan mobil tahun lalu berdampak bagi performa portofolio Adira Finance tahun 2021, yang juga mengalami geliat positif.

Adira Finance mencatat, secara yoy tahun lalu pembiayaan mobil baru mencapai kenaikan 62,8% (Rp 6,7 triliun), terjadi kenaikan dibandingkan tahun 2020.

"Tahun lalu meski masih pandemi, daya beli masyarakat mulai membaik, apalagi dengan adanya insentif pajak kendaraan yang membuat permintaan kendaraan naik," ujarnya di sela-sela acara Cofrfee Time with Media di Jakarta, Jumat (28/1/22).

Untuk pembiayaan mobil bekas naik 37,5% (Rp 3,8 triliun) dan pembiayaan motor baru tumbuh 34,8% (Rp 9,4 triliun) .

Tidak hanya mobil, permintaan pembiayaan sepeda motor juga naik. Adira Finance mencatat, pembiayaan motor bekas tumbuh 12,7% (Rp 1,7 triliun) dan pembiayaan Durables naik 7% (Rp 329 miliar), serta fasilitas dana multiguna meroket 35% (Rp 4 triliun).

Insentif pajak dongkrak penjualan LMPV

Harapan penjualan otomotif 2022

Adira Finance berharap tren positif tahun lalu berlanjut di 2022. Apalagi pemerintah melanjutkan pemberian insentif pajak untuk pembelian mobil harga Rp 200 juta hingga Rp 250 juta pada tahun ini. Sedangkan diskon PPnBM DTP 100 persen berlaku untuk mobil jenis low cost green car (LCGC).

Perpanjangan insentif PPnBM DTP untuk kendaraan LCGC dan mobil di bawah Rp 250 juta akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan mobil produksi dalam negeri. Hal ini karena kendaraan penumpang di bawah Rp 250 juta merupakan segmen andalan industri otomotif nasional yang perlu terus dikembangkan.

"Program perpanjangan insentif PPnBM dari pemerintah diharapkan dapat mendongkrak penjualan industri kendaraan bermotor, sehingga meningkatkan daya beli dan memberikan dampak positif terhadap kinerja industri, termasuk kinerja Adira Finance," kata Harry.

Aplikasi Adiraku

Sementara itu Adira Finance memperkenalkan kembali layanan aplikasi adiraku 2.0 yang memungkinkan masyarakat mengajukan pembiayaan dan mendapatkan berbagai solusi keuangan Adira Finance, secara digital dan dapat diakses secara online.

Aplikasi adiraku dapat membantu pelanggan dan masyarakat yang melakukan transaksi keuangan dengan aman dan nyaman. Melalui aplikasi adiraku, masyarakat yang ingin membeli kendaraan, baik motor maupun mobil, baru atau bekas, sekarang dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan aman melalui aplikasi ini.

Aplikasi adiraku telah di-download lebih dari 1,6 juta kali, dengan sekitar 1,2 juta konsumen telah melakukan registrasi sejak diperkenalkan pada Februari 2020.

"Kami memberikan reward points kepada pelanggan kami pengguna adiraku, yang dapat ditukarkan dengan benefit voucher belanja, PLN, Indomaret dan Alfamart," terang Swandajani Gunadi, Direktur Marketing Adira Finance,

 

 

 

 (kpl/nzr)
Loading