Sukses

#PejuangMuatan: Suka Duka Pramugari Bus PO Sudiro Tungga Jaya, Sempat Tak Pulang 4 Hari

Otosia.com Moda transportasi bus terus berbenah demi membuat nyaman penumpangnya. Salah satu layanan yang mulai tren saat ini hadirnya pramugari cantik yang siap melayani penumpang selama di perjalanan.

PO Sudiro Tungga Jaya menjadi salah satu otobus yang memiliki layanan pramugari. Umi Kulsum yang merupakan pramugari di otobus tersebut pun membagikan suka dukanya bergelut di profesi ini.

Hal ini ia ungkap dalam video unggahan channel YouTube AE Tv Channel dengan tajuk "KERNET CANTIK BUS STJ || Ngobrol Bareng Co Driver & Pramugari Bus Sudiro Tungga Jaya LAROSCA" yang tayang pada 16 Januari 2022.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Alasan Jadi Pramugari

(c) YouTube/AE Tv Channel

Dalam video tersebut, wanita asal Boyolali ini mengaku sudah bergabung menjadi pramugari PO Sudiro Tungga Jaya (STJ) sejak November 2020 lalu. Ia mengaku jika iseng saat melamar menjadi pramugari bus.

"Pertama suka dengan kerjaannya, kedua iseng-iseng lamar keterima Alhamdulillah karena gak semua kan bisa masuk," ungkapnya.

"Nambah temen, nambah pengalaman," katanya lagi.

Suka Duka Pramugari

Sebenarnya Umi Kulsum sendiri sudah menjalin rumah tangga. Awalnya pun keluarganya sempat ragu memberinya izin menjadi pramugari, takut tak bisa menjalankan pekerjaan itu.

Namun setelah mencoba dan menjalankan pekerjaannya dengan tanggung jawab, keluarganya pun memberi restu.

Next

Sebagai pramugari pun Umi Kulsum membeberkan suka dukanya. Hal yang paling menuntutnya bersabar tentu saat bertemu dengan penumpang rewel.

"Senengnya kalau ketemu sama penumpang kalau ngasih nilai plus pelayanannya bagus gini gini seneng. Dukanya ya gitu, namanya penumpang kan ada yang rewel sedihnya di situ," ungkapnya.

Tak Pulang 4 Hari

Pernah suatu ketika juga ia tak pulang ke rumah karena bus yang ditumpanginya mogok. Beruntung kala itu tak mogok di jalan, melainkan di sebuah rumah makan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan di momen tak terduga seperti itu Umi Kulsum beristirahat di dalam bus.

"Yang penting masih bisa komunikasi, saling memberi kabar sama keluarga gak apa-apa," katanya.

"Kadang khawatir, kok gak jadi-jadi (pulang), nunggu spare partnya," ungkapnya lagi.

Loading