Sukses

Selain Hijet, Daihatsu Terciduk Patenkan 2 Mobil Kei Car Imut

Otosia.com Baru-baru ini Daihatsu diketahui telah mematenkan Daihatsu Hijet di Indonesia. Hal ini tercantum pada Berita Resmi Desain Industri No. 08/DI/2022 di situs Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham.

Pada nomor permohonan A00202200558 dan A00202200559, nampak sepasang pikap buatan Daihatsu Motor Co. Ltd. yang diduga kuat sebagai Daihatsu Hijet di Jepang. Pada dasarnya, mobil ini adalah basis dari Daihatsu Hi Max yang sempat dijual di Indonesia.

Namun di atas kedua paten itu, nampak sepasang paten mobil Kei Car yang belum pernah dipasarkan di tanah air.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/dit)

Daihatsu Hijet Cargo

Paten Daihatsu Hijet Cargo (DJKI Kemenkumham)

Mobil yang pertama tertera pada nomor permohonan A00202200556. Berdasarkan situs resmi daihatsu.co.jp, mobil tersebut diduga kuat sebagai Daihatsu Hijet Cargo.

Daihatsu Hijet Cargo dirancang sebagai mobil niaga untuk pasar domestik Jepang. Bodi terlihat lebih tinggi, akibat lebar mobil yang harus disesuaikan untuk jalan perkotaan di negeri Sakura.

Berbeda dengan Hijet biasa, versi cargo ini cenderung mempunyai bentuk bodi yang mengotak dan hanya tersedia dengan pilihan mobil van atau deck van, di mana baris ketiga mobil ini dibuat sebagai bak terbuka kecil.

Next

Daihatsu Hijet Cargo (Daihatsu)

Interior mobil ini mempunyai desain yang fungsional dan sederhana, mulai dari banyaknya tempat penyimpanan, material kursi yang awet dan tahan air, dasbor serba plastik, berbagai gantungan, cup holder, dan sebagainya.

Yang menarik, tipe termahal sudah dilengkapi power sliding doors untuk pintu baris kedua dan meski masih menggunakan gagang pintu model congkel, van ini sudah disematkan keyless entry dan tombol start stop.

Sama seperti mobil Jepang pada umumnya, Daihatsu Hijet Cargo juga tersedia dengan beragam peranti keselamatan canggih, seperti Collision Mitigation Braking SystemLane Keep AssistPedal Misoperation Control, dan masih banyak lagi.

Next

Ilustrasi ukuran bodi dan kabin Daihatsu Hijet Cargo (Daihatsu)

Mobil niaga ini disematkan mesin 660cc tiga silinder. Varian berturbo sanggup menyemburkan tenaga sebesar 64 PS dan torsi 91 Nm. Sementara versi naturally aspirated hanya dapat menghasilkan tenaga 46 PS atau 53 PS dengan torsi 60 Nm.

Seluruh tenaga disalurkan ke roda belakang (RWD) atau setiap roda (4WD) melalui transmisi manual 5 percepatan atau transmisi CVT.

Untuk harga, Daihatsu Hijet Cargo dibanderol mulai dari 1.045.000 Yen atau Rp 130,1 juta (dengan kurs 1 Yen = Rp 124,50), hingga 1.705.000 Yen atau Rp 212,3 juta.

Daihatsu Atrai Deck

Paten Daihatsu Atrai Deck (DJKI Kemenkumham)

Selanjutnya adalah nomor permohonan A00202200557. Paten mobil ini diduga kuat sebagai kembaran dari Hijet Cargo, yakni Daihatsu Atrai.

Sama seperti Hijet Cargo, Atrai juga tersedia dalam pilihan bodi van atau deck van, di mana ada bak kecil di belakang untuk tempat penyimpanan. Mobil yang dipatenkan adalah versi deck van.

Next

Daihatsu Atrai Deck (Daihatsu)

Pada dasarnya Daihatsu Atrai dipasarkan sebagai versi mewah dibanding Hijet Cargo, seperti Luxio dan Gran Max di Indonesia. Hal ini terlihat dari laman resmi Daihatsu Jepang, di mana bagian interior Hijet Cargo berisi informasi dan angka-angka tertentu untuk mengetahui daya tampung dan kapasitas kabin mobil.

Sebaliknya, bagian interior Atrai menunjukkan kegunaan mobil sebagai alat transportasi keluarga. Dengan demikian mobil ini disematkan berbagai fitur kenyamanan, di antaranya speedometer dengan MID berwarna, head unit besar, AC digital otomatis, power sliding doors untuk pintu baris kedua, dan sebagainya.

Next

Ilustrasi interior dan fitur keselamatan Daihatsu Atrai (Daihatsu)

Kumpulan teknologi keselamatan canggih dan pilihan mesin pada Daihatsu Atrai tidak berbeda dengan kepunyaan Hijet Cargo. Namun mobil ini tidak tersedia dengan opsi mesin naturally aspirated atau pun transmisi manual.

Mobil keluarga mungil berbodi boxyini dibanderol mulai dari 1.562.000 Yen atau Rp 194,5 juta, hingga tipe termahal dijual 2.068.000 Yen atau Rp 257,5 juta.

Loading