Sukses

Cerita Marshal MotoGP Mandalika 2022, Kerap Dimarahi Pembalap yang Keras Kepala

Otosia.com Dalam ajang balap yang dihelat peran marshal begitu penting, termasuk di MotoGP Mandalika. Pekerjaan mereka pun tak mudah, sering kali para marshal harus bersitegang dengan pembalap yang bertanding.

Salah seorang marshal yang bertugas di MotoGP Mandalika 2022, Satya Yahya kepada Liputan6.com bercerita mengenai pengalamannya saat bertugas. Dalam perbincangan melalui sambungan telepon, pria yang bagian dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB tersebut mengaku telah bertugas sejak sesi pramusim.

"Saya memang sudah lama jadi marshal IMI NTB, jadi ketika ada agenda di Sirkuit Mandalika, saya diminta untuk ikut. Saya sudah bertugas sejak WSBK dan pramusim kemarin," ujar pria karib disapa Yahya itu.

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Sebagai marshal, Yaya bertugas menjaga kelancaran jalannya lomba. Bersama rekan-rekannya, mereka dengan sigap memindahkan motor-motor yang mengalami kecelakaan di areanya.

Pada sesi pramusim MotoGP bulan lalu, Yahya sudah ikut ambil bagian. Namun saat itu, tidak banyak pembalap yang mengalami kecelakaan di pos tempatnya berjaga. Berbeda halnya ketika Yahya betugas pada MotoGP Mandalika 2022 yang berlangsung sejak Jumat, 18 Maret lalu. Di ajang ini, Yahya harus banting tulang dalam menjalankan tugasnya akibat banyaknya pembalap yang kecelakaan.

"Saya menempati pos trek 2B. Di situ jalurnya sebarnya lurus, tapi ada dua tikungan beruntun sehingga pembalap yang tidak hati-hati bisa terpental dari sepeda motornya," ujar Yahya.

Next

Sejauh ini, Yahya memang belum pernah menangani pembalap kelas utama MotoGP yang kecelakaan. "Pasiennya" kebanyakan dari kelas moto2, moto3, atau pembalap muda di Asian Talent Cup.

"Marc Marquez dan Alex Reins hari ini kecelakaan saat free practice dan kualifikasi, tapi lokasinya tidak di pos tempat saya bertugas. Yang saya tangani kebanyakan dari kelas di luar MotoGP," katanya.

Diwarnai Sederet Kecelakaan

Seperti diketahui, sejumlah insiden memang mewarnai jalannya MotoGP Mandalika 2022 hari kedua, Sabtu (19/3/2022). Salah satunya menimpa motor pembalap Suzuki, Alex Rins pada free practice 4.

Kuda besi pembalap asal Spanyol itu tampak mengeluarkan asap tebal di tikungan 13. Dia pun segera melompat dari motornya dan keluar dari lintasan. Marshal kemudian mengibarkan bendera kuning. Namun tidak lama kemudian, bendera merah dikibarkan dan membuat balapan berhenti sementara.

Next

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez juga mengalami nasib yang tak kalah sialnya. Pada sesi kualifikasi, The Baby Allien sempat terjatuh sebanyak dua kali. Akibatnya, dia gagal menembus kualifikasi kedua (Q2) dan harus puas start dari posisi ke-15 pada balapan resmi Minggu (20/3/2022).

"Hari ini, belum ada pembalap MotoGP yang jatuh di pos saya. Semoga besok saat lomba juga tidak ada. Soalnya menguras tenaga sekali kalau sampai ada yang jatuh. Motornya berat-berat," kata Yahya.

Dimarahi Pembalap

Menurut Yahya, tidak hanya fisik yang dipertaruhkan saat menjalankan tugas sebagai marshal. Mental juga harus kuar saat menghadapi para pembalap yang kecelakaan. Sebab, tidak sedikit dari rider yang terjatuh justru keras kepala dan ingin memaksakan diri melanjutkan lomba. Alhasil para marshal terkadang dibuat kerepotan karena harus mendorong sepeda motor mereka kembali ke lintasan.

"Kadang ada yang ngotot minta motornya diberdirikan dan dorong agar hidup lagi. Apalagi yang tampil di babak kualifikasi. Mereka mungkin ingin mengejar catatan waktu," kata Yahya bercerita.

"Tapi marshal kan harus bisa melihat, apakah kerusakan sepeda motornya cukup parah atau tidak. Kalau sampai ada yang bocor, seperti oli atau bensin, kami tidak akan mengizinkan. Kalau terlihat masih aman, kami bantu dorong dua kali. Lewat dari situ kalau tidak hidup, motor kami pinggirkan."

Pembalap Moto2 Galak-Galak

Dari seluruh kategori yang dilombakan di MotoGP Mandalika 2022, menurut Yahya, kelas Moto2 yang paling menantang. Sebab para pembalap yang tampil di kelas ini banyak yang keras kepala. Apalagi saat mereka tampil di sesi kualifikasi dan waktu yang tersedia sudah hampir selesai.

"Ada yang baru lap 1 sudah jatuh. Dia sangat kesal dan tendang motornya. Kadang ada yang marah-marah karena kami pinggirkan motornya. Tapi kami sih tidak terpengaruh. Sebab keselamatan pembalap lain juga penting. Kalau harus dipinggirkan, ya kami pinggirkan," beber Yahya.

Tugas marshal memang tak mudah, namun Yahya mengaku beruntung bisa terpilih menjadi bagian tim ini. Apalagi ia mendapatkan setifikat yang nantinya bisa dipakai untuk bertugas di MotoGP luar negeri.

"Tadi ada marshal dari Malaysia juga. Dia bilang, mau pakai marshal dari sini juga untuk MotoGP di negara mereka," kata Yahya menambahkan.

Penulis: Marco Tampubolon

Sumber: Liputan6.com

Loading