Sukses

Lebih Dekat Bersama Hyundai IONIQ 5, Bagaimana Rasa Berkendaranya?

Otosia.com PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) belum lama ini merilis mobil listrik terbarunya Hyundai IONIQ 5. Selain menjadi flagship lini Electric Vehicle (EV) Hyundai saat ini, IONIQ 5 juga menjadi mobil kedua yang dibuat di tanah air setelah Creta.

Peluncuran mobil ini bertepatan pada hari pertama Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/3/2022). Ada empat model yang ditawarkan, yakni tipe Prime dan Signature. Kedua tipe ini juga tersedia dengan pilihan Standard atau Long Range.

Seluruh Hyundai IONIQ 5 yang ditampilkan adalah tipe termahal Signature Long Range. Artinya setiap IONIQ 5 di IIMS 2022 sudah disematkan paket fitur yang lengkap, mulai dari eksterior hingga interior.

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/dit)

Eksterior

Sisi belakang Hyundai IONIQ 5 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Hyundai IONIQ 5 mempunyai tampilan retro-futuristik, layaknya mobil tahun 1970-1980an yang disempurnakan. Setelah diteliti lebih dalam, memang benar Hyundai menggunakan salah satu mobil lawasnya sebagai inspirasi.

Pasalnya desain khas IONIQ 5 mengambil inspirasi dari mobil konsep Hyundai Pony tahun 1974 yang dirancang oleh desainer mobil legendarsi asal Italia, Giorgetto Giugaro. Special touch dari Girugaro dapat dilihat dari tarikan garis miring tegas di bagian pintu bagasinya.

Next

Desain mobil terlihat unik dan eye-catching dengan penggunaan desain lampu depan dan belakang mengotak. Lebih tepatnya sepasang DRL berbentuk huruf "U" di depan dan deretan pixel kotak untuk lampu belakang.

Hal menarik lainnya terlihat pada bentuk overall mobil. Hyundai IONIQ 5 mempunyai bentuk hatchback yang lebih condong ke arah SUV. Penanda EV satu ini sebagai SUV adalah ukurannya yang cenderung besa, overfender besar di area roda dan ride height tinggi, terutama jika menggunakan pelek 20 inci bergaya turbin di tipe Signature Long Range.

Next

Hyundai IONIQ 5 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Bahkan, menurut kami, desain retro-futurism dari mobil ini cocok digunakan pada sebuah video bergaya tahun 1980an, seperti pada film klasik Miami Vice atau video game lawas berjudul Outrun.

Secara fitur, IONIQ 5 Signature Long Range hadir dengan paket komplet. SUV unik ini telah dilengkapi panoramic sunroof, lampu depan dan belakang LED, desain pelek yang unik, serta door handle yang menyatu dengan bodi.

Bahkan, melalui fitur Vehicle to Load (V2L), IONIQ 5 bisa digunakan sebagai jenset untuk outdoor activity, pengoperasian alat elektronik atau mengecas mobil listrik lainnya yang kehabisan daya baterai.

Interior

Kabing Hyundai IONIQ 5 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Interior Hyundai IONIQ 5 mengusung gaya modern dengan sentuhan homey feeling. Penggunaan jarak 3 meter untuk sumbu roda memberikan rasa ruang kabin yang lapang untuk penumpang depan mau pun belakang.

Hyundai mengklaim interior crossover berbasis listrik ini dibuat dari bahan-bahan ramah lingkungan. Sebagai contoh jok kulit IONIQ 5 terdiri dari 32 botol berbahan polyethylene terephthalate (PET) yang didaur ulang sedimikian rupa untuk digunakan sebagai penutup jok mobil ini.

Bahkan panel pintu mobil ini dilapisi bahan kertas HDPE yang bisa didaur ulang seluruhnya atau 100%. Bahan ini pada dasarnya mirip paper bag berwarna coklat yang lebih umum digunakan untuk pembelian makanan di beberapa restoran di Indonesia.

Meski dibuat dari bahan ramah lingkungan, interior mobil ini masih terasa mewah. Quite the opposite, bagian-bagian yang sering terkena badan, seperti kursi dan lingkar kemudi, terasa seperti bahan yang berkualitas dan nyaman dipegang mau pun disentuh.

Next

Kursi depan Hyundai IONIQ 5 Signature Long Range (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Tingkat kenyamanan maksimal sangat terasa untuk penumpang baris pertama. Selain kursi yang fully adjustable, Hyundai memberikan fitur penghangat sekaligus pendingin yang sangat cocok untuk iklim Indonesia. Sementara kursi belakang bisa dimaju mundurkan secara elektrik dan dilengkapi pemanas kursi juga.

Namun tiada gading yang tak retak dan IONIQ 5 pun juga mempunyai beberapa kekurangan. Meski sudah dibekali fitur pemanas dan pendingin kursi, pengoperasian kedua fitur ini bukan sebagai tombol tersendiri melainkan harus mengakses head unit terlebih dahulu.

Selain itu, untuk baris kedua, menurut kami kurang ideal untuk penumpang dengan kaki yang panjang. Kendati banyak ruang lapang, bagian bawah jok bisa dibuat lebih panjang atau kalau ada ruang, disematkan fitur ottoman seperti baris pertama untuk memberi support bagian paha bawah.

Rasa berkendara

Ilustrasi test drive Hyundai IONIQ 5 (Otosia.com/Arendra Pranayditya)

Otosia.com berkesempatan menjajal Hyundai IONIQ 5 selama IIMS Hybrid 2022 berlangsung. Mobil yang kami coba adalah tipe top of the line Signature Long Range dengan pelek berukuran 20 inci. Rute yang dilalui termasuk memutari Jl. Benyamin Suaeb, Jakarta sebanyak dua kali dan jalanan sekitar IIMS Hybrid 2022 di JIExpo Kemayoran.

Berdasarkan lembar spesifikasi Hyundai, mobil yang kami coba mempunyai semburan tenaga sebesar 217 PS dan torsi 350 Nm. Seluruh daya pacu mobil disalurkan ke roda belakang melalui transmisi bergigi tunggal.

Next

Mobil ini diklaim bisa melejit dari 0-100 km/jam dalam waktu 7.4 detik dan bisa menempuh jarak sejauh 451 km menggunakan baterai Lithium-Ion berkapasitas 72.6 kWh. Lantaran keterbatasan ruas jalan dan waktu, kami tidak mengetes mobil di kecepatan yang tinggi atau pun beberapa fitur keselamatan aktif Hyundai Smartsense yang ditawarkan.

Kendati demikian, fitur Blind Spot Monitor dan di saat menyalakan lampu sein, Blind View Monitor, secara konstan memperingati pengemudi keadaan lalu lintas di sekitar mobil. Bahkan di satu saat, kamera 360 3D menyala secara otomatis karena ada pengendara motor yang terlalu dekat dengan mobil.

Next

Dasbor Hyundai IONIQ 5 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Sekilas menjajal IONIQ 5 di jalanan kota Jakarta, mobil ini mempunyai bantingan suspensi yang empuk. Karakteristik dari suspensi mobil ini terbilang empuk dan stabil, bahkan saat melalui jalanan berlubang mau pun conblock.

Rasa berkendara yang nyaman ini bisa jadi karena kombinasi antara suspensi multi-link yang sanggup menyerap guncangan secara optimal dan ukuran wheelbase yang panjang, mengingat jarak antar sumbu roda mobil ini mencapai 3 meter.

Regenerative Braking mudah dioperasikan dan diatur melalui paddle shifts di belakang setir. Unit yang kami coba disetel menggunakan level 2 dan level 3. Kedua level regenerative braking beroperasi secara natural, minim rasa lurching dari pengereman yang progresif.

Menurut kami level 3 lebih ideal untuk one pedal driving, lantaran pengereman cukup untuk memberhentikan mobil, namun tidak agresif layaknya mobil mengerem mendadak. Sedangkan level 2 lebih cocok digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Next

Hyundai IONIQ 5 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Akselerasi mobil ini terbilang biasa saja. Dengan catatan 0-100 km/jam dalam waktu 7.4 detik, laju dari mobil ini tidak spesial. Namun menurut kami kemampuan akselerasi mobil ini sudah lebih cukup untuk jalanan Indonesia, terutama kota Jakarta yang cenderung sering macet.

Overall, Hyundai IONIQ 5 merupakan sebuah achievement tersendiri. Selain mempunyai desain unik, menggunakan banyak bahan ramah lingkungan di kabin dan mempunyai rasa berkendara yang nyaman, mobil ini juga menjadi langkah baru Indonesia untuk berpartisipasi di era elektrifikasi.

Yang pasti, untuk memgupas tuntas lebih jauh tentang kapabilitas dari Hyundai IONIQ 5, diperlukan waktu yang lebih lama dan di jalanan lebih menantang.

Loading