Sukses

#PejuangMuatan: Rahasia Pendiri PO Shantika yang Jago Bikin Penumpang Bus Nyaman

Otosia.com Setiap otobus pasti akan berlomba-lomba untuk memberi kenyamanan terbaik bagi penumpangnya. Namun siapa sangka pendiri PO Shantika, Bapak Taufiek dikenal sebagai sosok yang begitu jago dalam urusan hal itu.

Hal ini diketahui dari video yang diunggah di channel YouTube PO Haryanto Official dengan tajuk "BAPAK TAUFIK || MENINGGALKAN PERSAINGAN DITANAH JAWA DAN SUKSES MEMULAI KEMBALI DI SUMATRA" pada 18 Februari 2022 lalu.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Berbasis Travel

Dalam wawancaranya bersama bos PO Haryanto, Rian Mahendra, awalnya Pak Taufiek menjelaskan konsep awal berdirinya PO Shantika. Ia mendirikan PO ini di tahun 2003 dan langsung bermain AKAP.

"Saya ingin ciptakan angkutan umum yang berbasis travel. Satu terminal satu tujuan," katanya.

"Tidak seperti saat ini karena perkembangan zaman tidak diikuti konsep yang bagus sehingga bis saat ini 7 terminal satu bis," jelasnya lagi.

Rupanya hal ini didasari banyak faktor, di antaranya masyarakat yang semakin banyak dan penyebarannya kian meluas juga. Alhasil tujuan atau jurusan bus semakin beragam pula.

Jago Bikin Nyaman

Lebih lanjut, Rian Mahendra menjelaskan bahwa dirinya banyak menimba ilmu dari Bapak Taufiek. Apalagi mentornya itu sangat jago untuk urusan membuat nyaman penumpang.

"Beliau ini jago banget bikin nyaman penumpang," jelas Rian Mahendra.

"Karena sering naik bis," kata Pak Taufik sambil tertawa.

Next

Bahkan Pak Taufiek mengaku jika dirinya lebih memilih untuk naik bus ketimbang pesawat. Menariknya, bus yang ia tunggangi dari PO lain.

"Jadi sampai sekarang pun saya kalau pergi-pergi jarang naik pesawat kalau gak urgent. Tetap naik bis dan bisnya orang yang saya naikin bukan bis sendiri," kata Pak Taufiek.

Ternyata ini merupakan salah satu strategi untuk mempelajari keunggulan dan kelemahan PO lainnya. Pak Taufiek naik bus PO lain untuk mensurvei segala sesuatunya.

Hal semacam ini turut dilakukan oleh Rian Mahendra. Ia mengaku sering naik bus PO lain saat berkunjung ke Jawa Tengah atau Jawa Timur.

"Karena kita memang mencintai bis," kata Rian Mahendra.

Next

Loading