Sukses

Penjualan Motor Selama Mei Terjun Bebas, Ada Apa dengan Pasar Indonesia?

Otosia.com Penjualan domestik dan ekspor sepeda motor Indonesia mengalami penurunan signifikan di bulan Mei 2022. Informasi tercatat pada situs Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Berdasarkan data AISI, penjualan bulan Mei menjadi yang terendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada bulan Mei 2022, penjualan motor hanya mencapai angka 248.235 unit dengan ekspor sebesar 50.693 unit. Sementara di bulan April mencatat 439.472 unit dengan ekspor 58.793 unit.

Dari Januari hingga April, penjualan sepeda motor tiap bulannya mencapai lebih dari 300 unit. Artinya hanya bulan Mei 2022 yang hanya di bawah 300 unit. 

 

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/dit)

Next

Banyak libur

Honda ADV 150 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Menurut Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, penurunan drastis penjualan bulan Mei disebabkan oleh dua faktor.

Pertama adalah banyaknya hari libur di bulan Mei. Berdasarkan keterangan situs publicholidays.co.id, ada lima libur nasional, seperti Hari Buruh Nasional, Hari Raya Idul Fitri, Cuti Bersama Lebaran, Hari Waisak dan Kenaikan Isa Almasih.

"Pertama karena banyaknya hari libur di bulan Mei, jadi produksi motor menjadi berkurang," jelas Sigit kepada Otosia.com, Rabu (29/6/2022).

Next

Faktor berikutnya adalah kendala chip semikonduktor yang masih berdampak terhadap produksi motor. Sigit memprediksi bahwa semester dua tahun ini krisis chip bisa membaik, jika negara-negara pemasok tidak mengalami lockdown ketat.

"Masalah kendala chip semikonduktor masih berlangsung. Semester dua diprediksi membaik, jika tidak terjadi lockdown di negara supplier," tutup Sigit.

Meski di bulan Mei mengalami penurunan, total penjualan dan ekspor motor secara keseluruhan terbilang lumayan. AISI mencatat total penjualan dari Januari hingga Mei 2022 sebanyak 1.950.293 unit, di mana 274.929 unit di antaranya diekspor ke luar negeri.

Sementara distribusi pasar roda dua di tanah air masih didominasi kuat jenis matik sebanyak 86,87%, diikuti motor underbone dengan persentase 6,99% dan motor sport sebesar 6,14%.

Loading