Sukses

Daftar Motor Honda dan Kawasaki yang Dilarang Pakai Pertalite

Otosia.com Dalam upaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi bisa tepat sasaran dan tepat kuota, PT Pertamina (Persero) menerapkan mekanisme baru yakni dengan cara pendaftaran BBM lewat website subsiditepat.mypertamina.id khusus untuk kendaraan roda empat. Pendaftaran sudah dimulai sejak 1 Juli 2022 kemarin.

Dipilihnya website MyPertamina pun bukan tanpa alasan. Sesuai Peraturan BPH Migas No. 06/2013, penggunaan sistem teknologi IT dalam penyaluran BBM dapat dilakukan. 

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/nzr)

Next

Pendaftaran dibuka hingga 30 Juli 2022. Pada masa pendaftaran dan transisi ini, masyarakat masih tetap bisa membeli Pertalite dan Solar, namun Pertamina tetap mendorong masyarakat agar mendaftarkan kendaraan dan identitasnya.

Setelah mobil, Pertamina juga akan membatas penggunaan BBB subsidi Pertalite atau Ron 90 bagi sepeda motor berkapasitas mesin besar yang masuk ketegori premium bike. Artinya motor dengan kubikasi mesin 250cc dan di atasnya dilarang menkonsumsi bahan bakar Pertalite.

Next

Namun demikian, sesuai spesifikasi pabrikan, sebenarnya sepeda motor kecil atau mocil tidak dianjurkan untuk menggunakan RON 90. Disamping BBM Pertalite tidak sesuai kompresi mesin, motor yang diproduksi saat ini sudah berstandar Euro-2, bahkan lebih.

Honda Misalnya. Di luar big bike, seluruh line up motor Honda di bawah 250cc, seperti Scoopy, Vario, ADV 160, PCX 160, Beat, Genio dan sebagainya tidak direkomendasikan memakai bahan bakar RON 90.

"Sebenarnya pakai RON 90 tidak masalah, tapi itu tidak kami anjurkan. Spesifikasi dari pabrikan semua harus menggunakan oktan 90 keatas. Ini rekomendasi ATPM Honda karena sesuai standar Euro-2," ujar Dwi Supriyatno, Technical Manager PT Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer sepeda motor Honda Jakarta-Tangerang.

Next

Kendati dipakasakan menenggak RON 90, sejauh ini belum ditemui adanya kasus kerusakan pada motor Honda di bawah 250cc. Hanya saja efeknya kinerja mesin jadi kurang maksimal

"Selama ini belum ada keluhankarena penggunaan Pertalite terhadap komponen-komponen mesin. Yang penting rajin servis saja," imbuhnya.

Meski demikian pihaknya melarang premium bike atau big bike menenggak BBM Pertalite, seperti PCX Hybrid, CB500X, CB650R, CBR600RR, CBR1000RR, X-ADV, CRF1100L Africa Twin Adventure Sport, dan Gold Wing. Selain itu Pertamina melarang motor-motor tersebut menggunakan RON 90.

Premium bike Kawasaki Ninja ZX-10R (Otosia.com/Nazar Ray)

Kawasaki

Lantas Bagaimana dengan Kawasaki yang masih menjual motor dengan sistem pengabutan karburator? Soal ini, Sucipto Wiyoni, Line Head Sales Promotion PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), menyatakan pabrikan tetap tidak merekomendasikan pemakaian Pertalite,

Saat ini Motor Kawasaki yang masih menggunakan karburator adalah KSR Pro, KLX150, dan W175. "(Motor-motor tersebut) tetap kami sarankan menggunakan RON 92," imbuh Sucipto.

Kawasaki mewajibkan motor injeksi dengan kapasitas mesin 230cc ke atas tetap mengkonsumsi bahan bakar RON 92, termasuk Z125 bermesin injeksi.

Next

Ia melarang premium bike atau moge Kawasaki memakai Pertalite. "Ninja 250SL dan FI tidak disarankan. Paling utama big bike, tidak bisa (pakai Pertalite), karena akan meninggalkan kerak di mesin," terangnya.

Selain tidak sesuai spesifikasi mesin, line up premium bike Kawasaki dilarang menggunakan BBM bersubsidi.

Motor-motor yang tidak diperbolehkan menggunakan Pertalite tersebut adalah D-Tracker 250X, KLX 230, Ninja 250FI/SL, Versys 250, Ninja ZX-25R, Vulcan 650, Versys 650, Versys 1000, Ninja 650R, Z650, Ninja ZX-6R, Z900, Z900RS, W800, Ninja 1000, Z1000, Ninja ZX-10R, dan tentu saja Ninja H2.

Loading