Sukses

Awas! Parkir Mobil Sembarangan Bakal Ditindak Tegas, yang Masih Ngawur Siap-siap Diderek

Otosia.com Lalu lintas di Jakarta terkenal padat dan sering menimbulkan kemacetan. Beberapa faktor penyebab kemacetan adalah tingginya volume kendaraan di jalan, terutama pada jam-jam tertentu.

Namun hal itu bisa dibilang wajar, lantaran banyak orang bisa menggunakan suatu jalan di saat yang bersamaan dan membuat kemacetan.

Salah satu faktor yang kerap mengganggu lalu lintas di jalanan ibu kota adalah mobil yang diparkir sembarangan atau parkir liar. Situasi ini mencakup mobil diparkir di jalanan umum yang bukan ditujukan sebagai fasilitas parkir.

Mengutip laman dishub.jakarta.go.id, Rabu (6/7/2022), dampak parkir liar yang dilakukan di badan jalan adalah terjadinya penyempitan ruang jalan lalu lintas, berdampak pada pengurangan kecepatan laju kendaraan dan mengakibatkan kemacetan sehingga akan merugikan banyak pengguna jalan.

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/dit)

Next

Mobil diderek

Ilustrasi mobil diderek akibat parkir liar (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Untuk mengurangi jumlah parkir liar di Jakarta, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memerintahkan jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) untuk mencari titik-titik kemacetan yang rawan terjadi kemacetan akibat parkir liar.

"Kemacetan-kemacetan itu Pak Rusdy (Wadirlantas Polda Metro) coba diidentifikasi. Jadi cari di mana titik yang selalu macet tapi dianggap menjadi sebuah kebiasaan, padahal sebenarnya macet itu bisa diurai," kata Fadil, seperti dikutip dari akun Instagram @kapoldametrojaya, Rabu (6/7/2022).

Next

Ia mengungkapkan bahwa beberapa titik kemacetan di Jakarta kerap ditemukan kasus parkir liar yang menyebabkan kemacetan. Sebagai contoh adalah Jalan Suryo dan Jalan Senopati di Jakarta Selatan.

"Kalau bisa tiap hari diderek mobil yang parkir (sembarangan) di depan," ucapnya.

Lebih lanjut, Fadil menyarankan untuk menambahkan Posko lalu lintas dan anggota dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) di tempat itu, guna siaga untuk menderek mobil yang parkir sembarangan.

Next

"Kalau perlu ada Posko Lalu Lintas bersama DLLAJR disitu itu. Saya akan mulai lihat hari ini sampai kedepan. Saya mau anda taruh derek disitu, anda taruh Anggota disitu. Begitu ada yang parkir sembarangan, tarik. Macet kok dibiarkan," tegasnya.

"Nah di tempat lain juga di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur. Khususnya ditempat-tempat yang sangat-sangat mengganggu kepentingan umum," sambungnya.

Next

Selain itu Fadil juga menekankan kepada jajaran lalu lintas untuk lebih tegas dalam mengurai kemacetan, terutama yang disebabkan oleh parkir liar. Dengan demikian para pengguna jalan lain, termasuk pejalan kaki, bisa menggunakan fasilitas umum yang disediakan.

"Saya minta teman-teman di lalu lintas udah mulai berbicara bagaimana mengurai kemacetan, kalau macet karena volume bukan macet ya terjadi peningkatan, enggak apa-apa. Tapi kalau macet karena memang parkir sembarangan padahal sudah ada pedestrian itu yang menurut saya harus kita tertibkan," tutup Fadil.

Next

Sanksi

Proses pembayaran retribusi akibat mobil diderek (dishub.jakarta.go.id)

Bagi yang masih "ngotot" parkir sembarangan, siapkan dana lebih. Situs Dishub DKI Jakarta menjelaskan pemilik mobil bisa dikenakan Undang-undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Denda yang dikenakan sebesar Rp 500.000 dan harus dibayar melalui Bank BRI.

Adapun Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2012 tentang perparkiran. Perda itu menjelaskan kendaraan yang parkir dibadan jalan dan mengganggu arus lalu lintas dapat dipindahkan/diderek dan biaya penderekan menjadi tanggung jawab pelanggar. 

Next

Besar biaya pelanggaran parkir liar tercatat pada Perda No. 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah, yakni biaya penderekan dan penyimpanan kendaraan yang diderek karena parkir sembarangan sebesar Rp 500.000/hari/kendaraan. Pembayaran disetorkan langsung ke Bank DKI.

 

Next

Loading