Sukses

Belum Lama Mengaspal di Indonesia, Nissan LEAF Bakal Disuntik Mati

Otosia.com, Jakarta Nissan LEAF masih berumur muda di Indonesia. Battery Electric Vehicle (BEV) ini debut perdana di tanah air pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu dan diposisikan sebagai lawan dekat Hyundai Ioniq, lantaran sama-sama mengusung bodi hatchback.

Berdasarkan pernyataan dari PT Nissan Motor Indonesia (NMDI), LEAF menjadi senjata andalan Nissan untuk memasuki pasar mobil listrik di Indonesia.

"Peluncuran The All-New Nissan LEAF ini menunjukkan komitmen Nissan untuk membawa mobilitas elektrifikasi semakin dekat bagi masyarakat Indonesia," ujar Evensius Go, Presiden Direktur, PT Nissan Motor Distributor Indonesia, kala itu.

Meski belum berumur satu tahun di Indonesia, Nissan LEAF dikabarkan akan disuntik mati. Melansir futurecar.com, Selasa (19/7/2022), salah satu alasan kenapa Nissan LEAF akan disuntik mati terkait dengan pengembangan mobil ini.

Sebelum GIIAS 2022

Kalah spesifikasi

Meski terbilang sebagai salah satu mobil yang membuat BEV populer, Nissan LEAF secara spesifikasi saat ini kurang kompetitif dibanding rival-rivalnya. Lebih tepatnya, mobil listrik modern lebih bertenaga dan mempunyai jarak tempuh yang lebih memadai.

Sebagai contoh adalah Hyundai Ioniq 5. Tipe termahal Signature Long Range mempunyai tampilan luar dan dalam serba modern, serta disematkan berbagai fitur-fitur canggih seperti Vehicle to Load (V2L) dan kursi depan unik dengan tambahan ottoman. Tidak hanya itu varian ini bisa menempuh jarak sejauh 451 km dalam sekali pengecasan.

Sebaliknya Nissan LEAF jarang menerima perubahan signifikan untuk membuat performanya lebih kompetitif. Hatchback EV ini masih menggunakan desain eksterior dan interior yang sama sejak peluncurannya di tahun 2010.

Tidak hanya itu LEAF hanya bisa menempuh jarak sekitar 346 km. Angka tersebut cenderung lebih rendah dibanding mobil EV modern lain yang pada umumnya, bisa menjelajah sejauh 400 km atau lebih.

Penyuntikan mati Nissan LEAF kemungkinan besar berlangsung pada tahun 2025 dan diterapkan di Amerika Serikat. Belum diketahui apakah LEAF di Indonesia akan meratapi nasib yang sama.

Diganti SUV

Pengganti Nissan LEAF dikabarkan akan mempunyai bodi SUV. Melansir situs autocar.co.uk, Selasa (19/10/2021), pasalnya sebuah mobil listrik berbodi crossover akan dibangun pada pabrik Nissan di Sunderland, Inggris. Mobil tersebut akan menggantikan Nissan LEAF yang dijual saat ini.

Hal tersebut dibenarkan oleh Guillaume Cartier, Chairperson, Africa, Middle East, India, Europe and Oceania (AMIEO) at Nissan Motor Corporation, pada saat ditanya langsung oleh Autocar UK.

SUV yang digadang-gadang sebagai pengganti LEAF ini merupakan bagian dari investasi besar dari Nissan bernilai £1 juta atau Rp 19 miliar (dengan kurs £1 = Rp 19.386,09) pada bulan Juli lalu untuk menetap dan berproduksi di lokasi tersebut.

Selain itu diketahui pengganti Nissan LEAF ini akan mengusung platform CMF-EV, sebuah platform mobil listrik SUV hasil dari kolaborasi antara Renault, Nissan, dan Mitsubishi.

Perpindahan wujud LEAF menjadi SUV menghilangkan mobil model lain di Nissan. Merek Jepang itu hanya akan berjualan mobil listrik berbentuk crossover di Eropa kedepannya, seperti Nissan Juke, Nissan Qashqai, Nissan Ariya, dan Nissan X-Trail.

Selebihnya, untuk spesifikasi serta wujud resminya masih menjadi misteri. Namun pihak Nissan mengatakan model ini akan diluncurkan sekitar tahun 2025 nanti.

Loading