Sukses

Ramai Citayam Fashion Week, Pemotor Nakal Parkir Sembarang Bakal Dicabut Pentilnya

Otosia.com, Jakarta Tren Citayam Fashion Week memang tengah menjamur. Kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat menjadi lokasi yang dituju oleh banyak orang.

Di tengah semakin tingginya antusias masyarakat, rupanya banyak yang tidak tertib memarkirnya motornya. Bahkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sabtu (23/7/2022) sore hingga malam harus menertibkan sejumlah kendaraan yang kedapatan parkir sembarangan.

Hal ini merupakan langkah strategis setelah ditemukan beberapa ekndaraan yang parkir di lajur khusus sepeda maupuan pedestrian.

 

Sebelum GIIAS 2022

-

"Petugas patroli Dinas Perhubungan melakukan tindakan OCP (operasi cabut pentil) kendaraan yang parkir sembarangan serta mengarahkan pengguna kendaraan untuk tidak melakukan parkir atau berhenti di lajur khusus sepeda maupun pedestrian di kawasan tersebut," demikian informasi yang diunggah akun instagram @dalops_dishubdkijakarta yang telah terverifikasi, dikutip pada Minggu (24/7/2022).

Dalam unggahan itu, terlihat petugas Dinas Perhubungan harus mencabut pentil dari kendaraan roda dua pada pukul 21.48 WIB. Kendaraan itu berjejer di sepanjang lajur khusus sepeda Dukuh Atas.

Bukan hanya para petugas Dinas Perhubungan, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga ikut turun ke lokasi, membaur dengan keramaian. Mereka terus mengingatkan untuk terus menjaga protokol kesehatan karena COVID-19 masih berstatus pandemi. 

-

Pihak Dinas Perhubungan mengimbau warga yang berkumpul di Dukuh Atas untuk tetap tertib dan menjaga pengguna jalan lainnya.

"Kami mengimbau kepada pengguna kendaraan agar tidak parkir sembarangan supaya tidak mengganggu sesama pengguna jalan lainnya," pesan Dinas Perhubungan secara tertulis. 

Video Pencabutan Pentil oleh Petugas

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by JAKARTA INFO (@jakinfo_)

Kilas Balik Keramaian di Dukuh Atas

Keramaian di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, bermula dari para remaja Citayam, Bojong Gede, Depok kerap nongkrong di kawasan tersebut. Gaya berpakaian, kemudian cara berkomunikasi mereka kemudian viral di media sosial. Jeje 'Slebew', Nadia, Tegar, Roy, Bonge kemudian menjelma menjadi ikon kawasan Dukuh Atas.

Namun, polemik dari keramaian tersebut mulai muncul seperti volume sampah terus bertambah dan berdampak penjaja 'Starling' dilarang melintas, remaja tertidur di fasilitas umum karena tertinggal kereta terakhir, hingga keramaian yang mengakibatkan kendaraan parkir sembarangan.

 

 
Loading