Sukses

Saat PPKM dan Mobil Jarang Digunakan, Perlukah Asuransi Tambahan?

Otosia.com Walaupun situasi sedang tidak baik-baik saja, konsumen otomotif tetap ada. Masih ada konsumen yang tetap melakukan pembelian mobil baru. Terlebih promo pembelian mobil baru saat ini, seperti PPnBM membuat harga mobil baru lebih terjangkau.

Menurut Aulia Akbar CFP - AEPP, perencana keuangan dan financial educator Lifepal, saat ini sebenarya bisa menjadi momentum tepat untuk membeli kendaraan baru. Namun keinginan membeli mobil baru menuntut seseorang untuk memiliki perencanaan keuangan yang baik.

"Risiko mengalami kehilangan atau kerusakan mobil harus dihadapi setiap pemilik kendaraan. Karena itu, baik sebagai sebuah aset pribadi atau investasi, tentu saja pemilik kendaraan baru harus melengkapi mobilnya dengan asuransi," ujar Aulia Akbar.

 

 

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/nzr)

Next

Menurut Aulia Akbar, selain berguna melindungi mobil dari risiko buruk yang mungkin terjadi, asuransi juga membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil, karena dapat mengurangi pengeluaran tak terduga akibat kondisi tak terduga seperti tabrakan.

Yang kemudian jadi pertanyaan, perlukah memiliki asuransi mobil tambahan jika membeli mobil baru?

 

Next

Asuransi adalah perjanjian antara penanggung dan tertanggung, yang mewajibkan tertanggung membayar iuran dalam hal ini, premi untuk memberikan penggantian atas risiko kerugian, kerusakan, kematian, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan diderita karena suatu peristiwa yang tidak terduga (insurance).

Secara garis besar, asuransi mobil terdiri dari all risk dan total loss only (TLO). All risk akan menanggung apapun risiko yang terjadi, termasuk lecet di bagian bodi asal sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara TLO menanggung biaya pertanggungan ketika mobil hilang, atau mengalami kerusakan total hingga mencapai 70% dari harga mobil. TLO cenderung lebih murah daripada all risk. Namun, pemilihannya harus disesuaikan dengan potensi risiko yang bakal dialami si pemilik mobil.

Next

Membeli mobil baru disarankan menyiapkan dana cadangan

"Jika telah melengkapi kendaraan dengan asuransi all risk atau TLO, maka sangat disarankan untuk menggunakan jenis asuransi Comprehensive, yaitu asuransi yang menjamin risiko kerugian/kerusakan sebagian (partial loss) maupun keseluruhan (total loss) yang diakibatkan oleh semua risiko sepanjang tidak dikecualikan dalam polis," jelasnya.

Artinya, perusahaan asuransi akan membayar klaim untuk semua jenis kerusakan. Mulai dari yang ringan, rusak berat, hingga kehilangan. Dalam jenis asuransi Comprehensive pemilik kendaraan dapat menambahkan perluasan jaminan perlindungan agar terhindar dari risiko kerusakan seperti dalam kerusuhan mobil mengalami penyok, spion patah, kaca pecah, dan lainnya.

Next

Asuransi mobil yang dibeli secara kredit

"Bagi yang tengah mencicil mobil, mungkin tidak mengetahui apakah besaran cicilan mobil per bulan terlalu besar atau tidak. Cara mengukurnya tentu saja dengan mengetahui debt service ratio (DSR) kita. DSR menunjukkan total cicilan utang yang kita miliki berbanding pemasukan bulanan, tidak hanya cicilan mobil, melainkan juga cicilan kartu kredit, dan kredit lainnya bila ada," paparnya.

Untuk menghitung nilai DSR. pemilik mobil dapat melakukan perbandingan dari jumlah total cicilan dengan pemasukan bulanan. Bila besaran cicilan mobil dan utang-utang lainnya masih di bawah 35% dari penghasilan, maka jumlah cicilan itu masih wajar.

"Namun bila berlebih, tandanya sudah terlalu besar. Itu artinya pemilik mobil harus mengatur ulang pembayaran utang. Bisa dengan melakukan perpanjangan tenor pinjaman atau dengan melunasi utang-utang lain di luar kredit mobil yang berbunga besar," jelasnya.

Next

Selain melengkapi asuransi, pemilik mobil disarankan untuk menyiapkan dana cadangan. Tujuan memiliki dana cadangan (sinking fund) adalah agar pemilik kendaraan tidak menggunakan dana darurat untuk setiap kebutuhan mobil.

"Dana darurat akan lebih ditujukan untuk pengeluaran-pengeluaran yang bersifat mendadak saja seperti, mengganti ban yang kempes di jalan, ganti aki mobil yang sudah habis masa pakai, atau membayar OR (own risk) asuransi mobil," pungkasnya.

Loading