Sukses

Fitur-fitur Canggih Mobil Ini Ternyata Bisa Diakali

Otosia.com Tesla terkenal sebagai salah satu pionir perusahaan otomotif dengan teknologi semi otonom. Seluruh mobil listriknya tidak tergantung manusia sepenuhnya dan dapat menyetir sendiri.

Namun teknologi otonom masih menjadi kontroversi karena juga punya banyak kelemahan. Ada sebagian pemilik kendaraan autonomous yang nakal dengan menyalahgunakan teknologi canggih tersebut tanpa menghiraukan kondisi sekitar. Beberapa orang pernah mencoba membiarkan sistem otonom berjalan sendiri tanpa ada manusia di kursi kemudi.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/dit)

Next

Ujung-ujungnya Tesla sering menjadi kambing hitam saat teknologi otonom disalahgunakan. Tapi bukan cuma Tesla, dalam sejumlah kasus, mobil sejenis dari pabrikan otomotif lain juga dioperasikan secara tidak bertanggung jawab, bahkan lebih parah.

Tes pertama (YouTube/Car and Driver)

Temuan menarik datang dari unggahan video di saluran YouTube. Pemilik akun @YouTube Car and Driver, memposting video di mana fitur Adaptive Cruise Control (ACC) dan Lane Keep Assist (LKA) bisa dioperasikan layaknya sebuah mobil otonom. Hasil pengetesan mendapatkan temuan yang mengejutkan terkait keamanan dan keselamatan.

Next

Tes pertama mencakup pelepasan sabuk pengaman. Hanya sistem milik Tesla, Subaru, serta Cadillac yang menontaktifkan ACC dan LKA saat melepas sabuk pengaman. Bahkan mobil Tesla dan Cadillac akan berhenti total setelah mendeteksi hal itu. Merek-merek lain sayangnya, tidak mendeteksi adanya masalah.

Selanjutnya mereka melepas tangan dari roda kemudi saat ACC dan LKA aktif. Lalu mobil-mobil tersebut menginformasikan adanya bahaya lewat bunyi untuk mengingatkan pengemudi. 

Next

Tes kedua menggunakan pemberat (YouTube/Car and Driver)

Sistem dari Cadillac, Ford, Volvo, Toyota dan Lexus akan menonaktifkan ACC dan LKA setelah 21 detik, sedangkan Hyundai bisa terus berjalan setelah 91 detik.

Tes kedua diulang kembali dengan metode berbeda. Kali ini ditambahkan alat pemberat pada setir yang merefleksikan adanya tangan pada lingkar kemudi. Hasilnya, banyak sistem yang terkecoh. Sebab alat pendeteksi keselamatan pada sistem tersebut mengutamakan berat pada setir.

Next

Akibatnya mobil tidak memberikan peringatan atau menonaktifkan ACC dan LKA. Namun pada BMW dan Mercedes, peringatan muncul karena sistem mereka membutuhkan sentuhan tangan langsung dari pengemudi.

Tes terakhir (YouTube/Car and Driver)

Tes terakhir adalah membiarkan sejumlah mobil berjalan sendiri tanpa pengemudi. Para tester dari Car and Driver ingin mengetahui bagaimana setiap pabrikan mobil mengantisipasi kondisi tersebut. Hasilnya setiap mobil tetap berjalan seperti biasa walaupun tanpa keterlibatan manusia di dalamnya.

Dari pengetesan tersebut, sistem otonom pada setiap mobil menurut mereka perlu direvisi. Mereka khawatir bahwa pemilik mobil bisa menyalahgunakan teknologi itu dan membahayakan pengguna jalan lain.

 

Loading